Mataram, MN – Peran serta masyarakat secara aktif dibutuhkan dalam rangkan melakukan pengawasan terhadap seluruh proses tahapan pilkada di Kota Mataram. Karena itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Mataram, terus secara masif melakukan sosialisasi untuk memberikan edukasi terkait dengan pengawasan kepada masyarakat.

“Pengawasan dibutuhkan peran serta dari seluruh lapisan masyarakat guna untuk mensukseskan jalannya pesta demokrasi pemilukada,” kata Ketua Bawaslu Kota Mataram, Hasan Basri, di acara sosialisasi pengawasan pada pemilihan walikota dan wakil walikota Mataram tahun 2020 di Kecamatan Ampenan.

Maka, menurut Hasan, Bawaslu Kota Mataram telah membuka diri dan siap menerima jika ada laporan atau pengaduan.

“Kami siap untuk menerima dan menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran,” ujarnya kepada para peserta sosialisasi.

Menurutnya, kenapa perlu dilakukan pengawasan yang pada prinsif endingnya lahir pemimpin kerjanya mengurus rakyat.

Pada kesempatan tersebut, Hasan juga menitip pesan kepada peserta maupun masyarakat secara luas di Kota Mataram agar jangan sampai beda pilihan menyebabkan terpecah belah.

“Kami berharap agar tidak saling membenci karena beda pilihan yang didukung dan jadilah masyarakat dan pemilih ditengah-tengah,” terangnya.

Harapan ini dianggap perlu disampaikan agar apa yang pernah terjadi pada saat pilpres maupun pileg tidak terulang lagi ditengah masyarakat.

“Beda pilihan itu hal biasa namun jangan sampai saling tidak tegur sapa dan memutuskan tali silaturahim,” katanya.

Sementara itu, pada kesempatan tersebut Koordinator Bidang SDM, Organisasi, Data dan Informatika, Bawaslu Kota Mataram, M. Yusril menyampaikan dalam melakukan pengawasan tahapan proses pilkada di Kota Mataram pihaknya memerlukan partisipasi aktif dari masyarakat.

“Adapun cara partisipasi aktif yaitu dengan salah satu cara terlibat langsung diantaranya ikut terlibat menjadi pengawas TPS, di tempat tinggal kita masing masing,” ucapnya.

“Kita awasi prosesnya hingga lahirnya pemimpin yang baik pula,” terangnya.

Perlu diketahui bahwa di Kota Mataram ada sebanyak 725 TPS dengan DPT 302.156 pemilih dengan jumlah tersebut sangat dibutuhkan partisipasi aktif pengawasan untuk jalannya pilkada yang demokratis.

(mn-07)