Kabid Pemberantasan BNNP NTB, Kombes Pol I Made Ardana, pada jumpa pers terkait pengungkapan jaringan peredaran gelap narkotika antar provinsi di wilayah Kabupaten Lombok Timur, Selasa (24/11/2020).

Mataram, MN – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB ungkap jaringan peredaran gelap narkotika antar provinsi di wilayah Kabupaten Lombok Timur.

Penangkapan dilakukan saat sedang mengambil pengiriman barang haram yang berasal dari wilayah Medan Sumatra tersebut di salah satu kantor jasa ekspedisi di wilayah Masbagik Lombok Timur (Lotim).

Kepala BNNP NTB melalui Kabid Pemberantasan BNNP NTB, Kombes Pol I Made Ardana, mengatakan tersangka diamankan saat mengambil paket pada Selasa (17/11/2020) kemaren di kantor jasa ekspedisi di Kecamatan Masbagik Lotim.

“Ketiga tersangka yang berhasil diamankan, WRH (41) warga Desa Lendang Nangka, NM (43) Pancor, dan yang ketiga HM (35) Selong, Lombok Timur,” terang Kombes Pol I Made Ardana, Selasa (24/11/2020) siang.

Adapun barang bukti ganja seberat 2 kilogram, uang tunai Rp 13,5 juta, Handphone dan sepeda motor. “Modus pengiriman paket ganjanya disamarkan dengan dibungkus pakaian”, ungkapnya.

Menurutnya penangkapan pertama dilakukan terhadap tersangka WRH sesaat setelah mengambil paket ganja di kantor jasa ekspedisi di jalan Raya Sikur Kecamatan Masbagik Lombok Timur dengan penerima Dilan beralamat dijalan Pariwisata Tete Batu Orong Grisak Selong, yang dibungkus dengan plastik warna hitam yang didalamnya beberapa lembar pakaian.

Setelah dilakukan introgasi, lanjutnya, ternyata WRH dengan tersangka NM telah bersepakat untuk menyerahkan ganja yang dipesannya sebanyak 1000 (seribu) gram / 1 Kg dengan uang yang sudah disiapkan sebesar Rp 10,5 juta.

Tidak itu saja ternyata tersangka WRH telah bersepakat dengan tersangka HM dalam
pengambilan Ganja tersebut yang dipesannya sebanyak 500 (lima ratus) gram / ½ Kg.

Atas perbuatannya para tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (2) atau pasal 111 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009, tentang narkotika dengan ancaman pidana maksimal, hukuman mati dan minimal 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp 10 milyar serta minimal Rp 1 milyar.

Sementara itu, ditambahkannya, bila barang bukti ganja tersebut diuangkan bisa senilai Rp 45 juta (Harga Rp 25 ribu per gram di Pulau Lombok) dan apabila diasumsikan 1 gram ganja dikonsumsi oleh dua orang (penyalahguna coba pakai), maka dengan pengungkapan tersebut, setidaknya BNNP NTB telah berhasil menyelamatkan kurang lebih 3600 anak bangsa di NTB dari penyalahgunaan narkoba.

(mn-07)