Musda ke III KAI NTB yang dibuka secara resmi oleh Vice Presiden KAI, DR Herman Kadir, di Mataram, Sabtu (28/11)/2020) pagi,

Mataram, MN – Dewan Pimpinan Pusat Kongres Advokat Indonesia (DPP KAI) berharap agar ajang pemilihan ketua lewat Musyawarah Daerah (Musda) tidak terjadi perpecahan anggota.

Vice Presiden KAI, DR Herman Kadir, mengatakan DPP berharap agar lewat ajang musda jangan sampai terjadi perpecahan karena ada yang kalah dan menang namun harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan anggota.

Baca Juga: KAI NTB Akan Musda Ke III, Memilih Satu Paket Ketua dan Sekretaris

“Pesan ibu presiden KAI, jadi kita ini sudah pengalaman di daerah daerah kayak kemaren di Medan, akhirnya pecah, jadi gara gara musda teman itu ada yang pindah ke organisasi lainnya itu yang tidak kita inginkan,” kata Vice Presiden KAI saat membuka acara Musda III KAI NTB, di Mataram, Sabtu (28/11)/2020) pagi.

“Jangan hanya gara gara kalah bersaing didalam pemilihan ketua DPD, maka kami dari DPP minta supaya jangan terjadi perpecahan, karena akan sangat merugikan organisasi dan anggota. Jadi jangan sampai kita pecah, kita tidak ingin organisasi pecah, saat ini KAI pecah dua,” imbuhnya.

Karena itu, Dr Herman Kadir berharap setelah ajang musda semua anggota bersatu kembali jangan sampai terpecah karena ada yang kalah dan menang.

“Habis musda kita bersatu, yang kalah legowo dan yang menang merangkul yang kalah untuk menjadi pengurus dan jangan dibuang, ini harapan kami,” pungkasnya.

Sementara itu Gubernur NTB yang diwakili asisten satu Setda NTB, Baiq Eva Nurcahyaningsih atas nama pemerintah Pemprov NTB menyampaikan selamat atas pelaksanaan Musda III KAI NTB.

Ia berharap semoga lewat momentum musda ini menjadi babak awal membangun organisasi dan kedepannya juga memberikan sumbangsih pada pembangunan nasional dan NTB.

“Pengurus terbaru harapan kita bisa terus membawa organisasi KAI berkembang dan memberikan kontribusi nyata dan eksistensinya dalam pembangunan khususnya di NTB,” harapnya.

Sedangkan dalam sambutannya, ketua panitia musda, Benny Bakari SH, mengatakan setelah tujuh tahun lamanya belum bertemu dan sekarang baru bisa.

“Sejatinya musda dilaksanakan tahun 2017 tapi karena sesuatu lain hal dan baru hari ini di laksanakan musda,” ucapnya.

Untuk mengikuti standar kesehatan ditengah pandemi covid-19, maka kata dia, pihak panitia membatasi peserta musda. Agenda musda dilanjutkan dengan sidang komisi komisi dan pemilihan ketua serta sekretaris.

(mn-07)

1 KOMENTAR

Comments are closed.