105 Siswa Kurang Mampu Berprestasi Dapat Beasiswa

MATARAMnews – Sebanyak 105 siswa kurang mampu berprestasi tingkat SMP/ MTs dan SMA/ SMK yang berada disejumlah sekolah pinggiran di Kota Mataram mendapatkan besiswa dari Dewan Pendidikan Kota Mataram dan Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Mataram. Beasiswa bagi siswa kurang mampu berprestasi diserahkan secara simbolis kepada 20 siswa oleh Walikota Mataram H.Ahyar Abduh didampingi Asisten II Ir. H. Efendy Eko Saswito di aula lantai tiga lingkup kantor Walikota Mataram, Jumat (14/10/2011).

{xtypo_info}FOTO: Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, menyerahkan secara simbolis beasiswa kepada 20 siswa kurang mampu berprestasi tingkat SMP/ MTs dan SMA/ SMK{/xtypo_info}

Walikota mengatakan,  beasiswa tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah dan semua pihak yang peduli terhadap upaya-upaya  dalam mensukseskan proses yang berkaitan  dengan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), yang dananya dihimpun oleh BAZ dan Dewan Pendidikan yang bersumber dari sumbangan pegawai negeri lingkup Kota Mataram. Terkait dengan itu Walikota menghimbau kepada semua pegawai agar tidak merasa berat jika penghasilannya ke depan dipotong setiap bulan sebesar 2,5 persen. “Karena dana tersebut, akan dikelola secara transparan oleh BAZ untuk kepentingan peningkatan SDM masyarakat kota.  Misalnya,  selain untuk bea siswa juga untuk program rehab rumah kumuh, bantuan wirausaha dan pemberian bantuan modal bagi PKL,” terangnya.

Terkait dengan pemberian beasiswa bagi siswa kurang mampu berprestasi ini, Walikota berharap agar bantuan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk  membantu proses pembelajaran masing-masing sesuai kebutuhan.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Mataram, H. Adnan Muchsin dalam laporannya menyebutkan, sebanyak 105 siswa itu berasal dari 71 siswa SMP/ MTs dan 34 siswa SMA/SMK dengan rincian masing-masing siswa SMP/MTs mendapat Rp400 ribu, sedangkan siswa SMA/SMK mendapat Rp600 ribu. “Selain dari BAZ, dana itu juga kami himpun dari pihak swasta seperti BUMN dan perbankkan,” paparnya.

Bantuan tersebut dihajatkan, untuk membatu biaya pendidikan pribadi siswa untuk proses lebih baik dan berkesinambungan dan mencegah angka drop out (DO). Dipilihnya sekolah pinggiran, karena dari data Dewan Pendidikan menyebutkan jumlah siswa kurang mampu sebagian berada di sekolah-sekolah pinggiran. “Karena jumlahnya cukup banyak namun anggaran terbatas, kami memilih siswa kurang mampu berprestasi. Semoga ke depan partisipasi dari pemerintah dan pihak swasta lebih besar agar semua siswa kurang mampu dapat terakomodir.

(Rilis Humas Pemkot Mataram: Nir/Foto Dedy)

Bagikan :