Salah satu pengusaha tahu-tempe di wilayah Kekalik Jaya Mataram

Mataram, MATARAMnews – Pengusaha tahu-tempe bakalan gulung tikar dan menghentikan produksi karena dipengaruhi melonjaknya harga kedelai sebagai bahan baku. Para pengusaha tahu-tempe yang berada di wilayah Kekalik Jaya ini selain mengeluhkan dan menjerit atas kenaikan harga bahan baku  juga di repotkan dengan langkanya bahan baku dipasaran.

Saat ini harga bahan baku sedikit demi sedikit terus merangkak naik, dimana  per kuintalnya sudah menembus angka Rp 820 ribu yang sebelumnya hanya mencapai harga tertinggi Rp 450 ribu saja.

Karena itu para pengusaha  yang bernaung dibawah Koperasi Tahu-Tempe Beriuk Pacu Kelurahan Kekalik Jaya meminta agar pemerintah turun tangan dan peduli dengan jeritan yang saat ini sedang mereka hadapi.

Bahkan meroketnya harga bahan baku tahu-tempe sejak beberapa belakangan tersebut telah membuat beberapa pengusaha tahu-tempe menutup usahanya.

Ketua koperasi tahu-tempe beriuk pacu kelurahan Kekalik Jaya Mataram, H.Moh Hasbah, menegaskan dengan melonjaknya   harga kedelai telah menyebabkan beberapa pengusaha yang berada di kopersi yang dipimpinya gulung tikar.

“Dari 192 pengusaha tahu-tempe, 19 diantaranya sudah gulung tikar,” tegasnya. Hal ini dikarenakan tidak bisa bertahan dengan kenaikan harga bahan baku kedelai yang terus melonjak naik hampir setiap harinya.

“Sekarang harga kedelai sudah menembus angka Rp 820 ribu,” katanya. Bahkan tambahnya, bahan baku yang ada saat ini, bukan  kedelai lokal melainkan kedelai inport.

Karena itu, Ia meminta pada pemerintah agar turun tangan melihat kondisi dari para pengusaha ini. “Kami masih menunggu apa gerakan dari pemerintah melihat situasi seperti ini,” harapnya.

Sementara itu, untuk menyiasati agar para pengusaha tahu-tempe tetap produksi dengan terpaksa mengurangi volume dan jumlah produksi.

Yanga mana ketika harga kedelai normal bisa memproduksi 120 kg per pengusaha namun kini turun hingga 75 kg. Ditambah volumenya juga dikurangi.

Hal serupa juga disampaikan oleh salah seorang pengusaha tahu tempe, Misrah, menyebutkan kenaikan harga bahan baku kedelai bisa setiap jamnya. “Harga bisa naik perjam,” ucapnya. Karena itu dia mengatakan dengan kenaikan harga ini bisa mengakibatkan gulung tikar.

Ia juga berharap perhatian dari pemerintah untuk segera turun tangan, “kita minta pemerintah turun tangan, jangan sampai kita gulung tikar,” tegasnya.

Bahkan hingga saat ini, pengusaha tahu-tempe masih bersabar menunggu respon dari pemerintah, “jika tidak ada respon ya mereka terpaksa cari jalan lain agar pemerintah mau dengar, katanya.

Ditemui terpisah, Kadiskoperindag Kota Mataram, Wartan, SH, mengatakan bahwa dirinya sudah mendapat laporan atas kenaikan harga kedelai bahan baku tahu-tempe, “saya baru dapat laporan dan mau turun kelapangan dan rapat dengan Disperindag NTB,” katanya kepada sejumlah wartawan ketika ditemui dikantornya, Rabu siang.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !