MATARAMNEWS.CO.ID, Mataram – Milenial Bintang Sembilan Nahdatul Ulama (NU) Nusa Tenggara Barat (NTB) memperingati Haul Gus Dur ke 11 dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19, yang berlangsung di Aula NU Mataram, Rabu 30 Desember 2020. Diacara tersebut sekaligus diumumkan enam Nominasi Vlog terbaik yang bercerita tentang sosok Gus Dur.

Ketua Tanfiziah PWNU NTB, Prof Dr Masnun Tahir meminta kader Muda NU membaca dan meneladani pemikiran Gus Dur. Pemikiran Gus Dur melampaui zamannya. Dari semua aspek pemikiran Gus Dur bisa digali. Gus Dur disebutnya kamus berjalan, poster terbuka, manusia unik, soliter dan kosmopolitan. Keseluruhan pemikiran Gus Dur itu mengeluarkan manusia dari kezaliman, kejahilan, dari tak beradab menuju keberadaban.

“Milenial Muda NU harus bisa membaca, meneruskan, meneladani pemikiran Gus Dur,” ungkap Masnun dalam testimoni yang disampaikan di Haul Gus Dur tersebut.

Masnun sangat mengapresiasi kegiatan kegiatan yang dilakukan Milenial Muda NU kegiatan literatif, pemberdayaan, solutif ditengah keapatisan publik terhadap pemikiran paradgimatif Gus Dur itu sendiri.

Founder Millenial Bintang 9, Akhdiansyah mengatakan, haul Gus Dur harus dimaknai dengan beragam perspektif. Salah satunya adalah memperkaya ruang kreativitas anak muda NU.

“Salah satu wadah ruang kreativitas itu adalah Millenial Bintang 9 ini,” ucapnya.
Di wadah non struktural itu semua elemen yang tergabung bebas mengaktualisasikan diri dengan cara paling kreatif yang mereka miliki.

Aktualisasi yang dimaksud masih dengan catatan, kreasi yang dimunculkan bernilai positif dan bermanfaat untuk orang banyak.

Apa yang dilontarkan pria yang akrab disebut Guru To’i ini tidak lepas dari rangkaian kegiatan haul tersebut. Sebelum puncak haul dilaksanakan, Millenial Bintang 9 NTB menggelar sejumlah lomba.

“Lomba tersebut terkait dengan keteladanan yang diwariskan Gus Dur,” ucapnya.

Dari lomba ini, ada sejumlah pemenang yang telah ditetapkan pihak pelaksana. Hadiah dari lomba-lomba yang digelar juga dibagikan di momentum peringatan haul Gus Dur tersebut.