Ilustrasi

Sumbawa, MATARAMnews – Sejauh ini, Polisi masih belum bisa mengungkapkan sejumlah kasus perampokan yang terjadi di wilayah hukum Polres Sumbawa. Belum hilang ingatan akan kasus perampokan di beberapa tempat, kini muncul lagi kasus perampokan lainnya dengan modus yang sama pula.
Peristiwa aksi perampokan kini menimpa Mahsun, warga RT. 02 RW.03 Teluk Santong.  Mahsun kini menderita cacat dibagian wajah bagian kirinya setelah pelaku perampokan menebasnya menggunakan senjata tajam.   

Aksi pelaku perampokan terjadi sekitar pukul. 02.00 dinihari (Senin, 30/7). Korban beserta para pembantunya saat itu tengah tertidur lelap. Sehingga memudahkan para pelaku yang menggunakan cadar untuk leluasa menyatroni rumah korban.  

Seperti yang ditutur Mahsun kepada media ini, saat itu Mahsun beserta Istrinya, Baitiah  dan 8 orang tengah tertidur. Tiba-tiba, suara pintu bagian samping bersuara hingga sempat didengar oleh Mahsun. Sayangnya, Mahsun kalah cepat dengan pelaku perampokan. Saat hendak menghalau pelaku, Mahsun malah menerima sabetan senjata tajam. Saat itupun, Mahsun sadar jiwanya terancam. Dalam kondisi setengah sdar akibat sabetan senjata tajam, Mahsun hanya bisa menonton ketika anak istrinya beserta 8 pelayannya diikat dalam sebuah ruangan.  “Pelaku berjumlah 4 orang dan menggunakan cadar,” tutur Mahsun di kantor Polsek Plampang.

Dalam posisi terikat, pelaku perampokan dengan leluasa mengobrak-abrik seisi rumah milik Mahsun. Dan didapatkan, uang tunai sebesar Rp. 20 juta beserta 5 gram perhiasan dan 9 buah telepon seluler serta sebuah ransel hitam.

“Kami tidak bisa berbuat apa-apa, karena dibawah ancaman senjata tajam ,” ungkap Mahsun yang juga pemilik rumah makan di Teluk Santong tersebut.
Penuturan serupa juga dikatakan Baitiah istri Mahsun. Dia mengaku trauma dengan aksi yang dilakukan oleh para perampok itu. “Saya hanya bisa berdoa agar para pelakunya  segera ditangkap,” pintanya.

Sementara itu, Kapolsek Plampang, Ipda Sunarya, membenarkan peristiwa perampokan tersebut. Menurutnya, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap peristiwa perampokan yang menimpa Mahsun. Kendati demikian, Sunarya berharap kepada masyarakat  untuk berperan aktif melakukan kegiatan siskamling. Mengingat keamanan bukan hanya tanggung jawb polisi melainkan adanya andil dan peran serta masyarakat.


(kon-ln-wartapost-sumbawa)





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !