Kedelai

Sumbawa, MATARAMnews – Kelangkaan kedelai dipasaran lebih disebabkan karena masyarakat lebih memilih tanaman palawija lainnya, seperti menanam jagung karena tergiur oleh keuntungan yang tinggi. Selain, disebabkan faktor anjloknya harga kedelai. Namun siapa sangka, akhir-akhir ini, harga kedelai jauh melambung tinggi bahkan nyaris langka dipasaran.

“Harga kedelai belakangan ini anjlok, sehingga petani beralih menanam jagung. Dan kemungkinan hal itu juga yang menyebabkan tingginya harga kedelai sekarang,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir. Talifuddin.

Melonjaknya harga kedelai diperkirakan hanya terjadi sementara saja. Di Kecamatan Alas, para petani mulai menanam kedelai pada bulan Oktober mendatang.

Di sisi lain, tingginya harga jual jagung juga menyebabkan petani meninggalkan tanaman kedelai. Tanaman kedelai hanya menghasilkan sekitar 2 ton perhektar. Sedangkan jagung bisa mencapai sekitar 9 ton perhektar.

Selain itu, tanaman jagung menjadi primadona para petani kecuali pada musim hujan karena dapat tumbuh di mana saja tanpa perawatan ekstra. Bahkan, Kecamatan Utan yang merupakan sentra kedelai, kini menjadi salah satu kecamatan penghasil jagung terbesar di Kabupaten Sumbawa.

Dinas Pertanian mengaku kesulitan dalam memfasilitasi petani untuk menanam kedelai, sebab mereka lebih memilih tanaman yang lebih menguntungkan.
“Jika bisa, pemerintah pusat dapat memberikan subsidi bagi para petani untuk menanam kedelai,” harapnya. Sehingga, harga dipasaran tidak fluktuatif yang dapat mengakibatkan kelangkaan nantinya.


(kon-ln-wartapost-sumbawa)





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !