Laporan pemilik Cafe Kembang ke Polda NTB

Mataram, MATARAMnews – Kepala Desa (Kades) Gerimax Indah, Kecamatan Narmada, Lombok Barat (Lobar), H.Mistari  dilaporkan ke Polisi. Laporan tersebut dilayangkan oleh pemilik Kafe Kembang. Karena diduga telah memfitnah dan mencemarkan nama baik Cafe Kembang yang terletak dibilangan jalan Ahmad Yani Narmada.

“Kami sudah membuat laporan ke Polda NTB, Jumat (4/8/2012) siang,” kata Penasehat Hukum Cafe Kembang, Krismanto Sutanto SH, Minggu (5/8/2012) siang. Laporan itu dilayangkan oleh pemilik Cafe Kembang, Mewar dan pengelola, M.Hendro Saptono.

Menurut Krismanto dalam laporannya, menduga bahwa H.Mistari telah mencemarkan nama baik Mewar. Menuduh memeras dua orang pengunjungnya yang sebelumnya melakukan pengerusakan di Cafe Milik Mewar dan menuduh Cafe tersebut tidak mememili izin bahkan  kerap terjadi keributan hingga disebut mengarah sebagai tempat prostitusi.

Mewar sebagai pemilik Cafe mengatakan, laporan ini timbul atas diterbitkannya dua surat oleh Kades Gerimax Indah yakni, surat pertama tertanggal 10 Juli yang meminta Kapolres Lobar bermomor 156/46/GRI/Trtb/VII/2012 untuk tidak menerbitkan izin keramaian. Karena, di Cafe tersebut kerap terjadi keribuatan yang meresahkan warga. Sebagai ajang tempat prostitusi yang melanggar norma dan adat istiadat. Surat kedua tertanggal yang sama bernomor 157/37/GRI/Trtb/VII/2012 tentang himbauan yakni, menghimbau agar dibulan ramdahan Cafe ini tidak beroprasi.

“Padahal, Pemda Lobar sendiri belum mengeluarkan himbauan seperti itu. Keributan yang mana di Cafe kami. Selama berdiri sejak 2007 lalu tidak ada keributan,” katanya, didampingi oleh penasehat hukumnya.

Disamping itu, Krismanto Sutanto SH mengatakan, bahwa laporan ini juga buntut dari sepak terjang Kades yang diduga mengintervensi dinas perizinan Lobar. Dimana, SIUP Cafe ini urung dikeluarkan dinas perizinan. Sebelumnya juga terjadi keributan di Cafe tersebut yakni, aksi Sabri, 35 tahun warga Kekalik, Mataram dan Wardi, 35 tahun warga Dusun Montor, Gerimax Indah, Narmada.

Yang mana pada 21 Desember 2011 lalu keduanya melakukan pengerusakan dan melempar salah satu karyawan Cafe tersebut. Tidak sampai disitu, pada 29 Desember 2011 kembali keduanya dengan membawa rekannya sekitar delapan orang kembali membuat onar.

Manajemen Cafe berupaya menyelesaikan kasus tersebut melalui perdamaian dengan meminta ganti rugi, namun tidak ada niat baik dari pelaku bahkan negosiasi juga melalui Kades.

Dan setelah  menunggu lama tidak ada niat baik untuk menyelesaikan kasus tersebut, dimana pada tanggal  11 Januari 2012 manajeman cafe pun melaporkan ke Polisi dan kini laporan polisi ini pun maju ke proses pidana. Dan diduga karena ingin agar kasus ini tidak maju kepenuntutan, pemilik cafe diteror dengan dua surat yang diterbitkan Kades.

“Kami pernah mensomasi tanggal 19 Juli agar dua surat itu dicabut namun tidak ada respon. Sehingga kami juga lagi melaporkan ke Polda NTB. Cafe kami berizin dan seluruh adminstrasinya di buat juga oleh Kades saat itu,” tegasnya.

Dikonfirmasi hal ini, Kades Gerimax H.Mistari mengatakan. Belum ada panggilan polisi atas dirinya. Ia juga mempertanyakan laporan pemilik cafe yakni, pencemaran nama baik dan fitnah yang mana yang telah dilakukan. Kalau surat ke Polres karena memang disitu rentan keributan. ‘’Saya tunggu saja, sejauh ini saya belum dipanggil,” katanya.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !