Beras Raskin

Sumbawa, MATARAMnews – Warga Desa Selanteh Kecamatan Plampang yang berhak menerima jatah Raskin, sedikit kecewa lantaran, jumlah warga yang seharusnya menerima ternyata diluar perkiraan. Dari 123 warga yang diusulkan, hanya 56 orang yang dinyatakan berhak menerima. Selebihnya, tidak tercantum dalam Surat Menkokesra RI.

Kenyataan itu diamini oleh Kepala Desa Selanteh, F. Alamsyah yang menduga terjadi rekayasa data dalam pengusulan jumlah warga penerima Raskin di Badan Pusat Statistik (BPS) setempat.  “Ini pasti telah terjadi kekeliruan dan ada kecenderungan direkayasa,” tegas Kades Selanteh dengan nada sedikit meninggi.

Kekurangan warga yang berhak menerima Raskin dinilai Alamsyah, sangat mencolok dari perkiraan sebelumnya.  Padahal, pendataan yang diusulkan oleh pemerintah desa telah disetujui pihak BPS setempat. Sehingga, dia meyakini warganya mendapatkan jatah beras Raskin sesuai dengan data yang diterima institusi bersangkutan.  “Setelah kami lihat pada surat yang dikirim Menkokesra via kantor pos, ternyata tidak sesuai dengan harapan. Jelas, ini sangat mengecewakan kami,” kata Alamsyah kepada media ini.

Surat bernomor.  B. 1435/KMK/DEP/II/VII/2012, perihal penyampaian dokumen program Raskin untuk bulan Juni hingga Desember 2012 itu, ditujukan kepada bupati/walikota se Indonesia yang ditanda tangani langsung oleh sekretaris tim Raskin Pusat Odo Rusnanda Sastra. Baginya, tidak ada alasan bagi BPS untuk mengurangi jatah warganya yang menerima bantuan tersebut.


(kon-ln-wartapost-sumbawa)





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !