MATARAM— Kepolisian dari Polresta Mataram berhasil membongkar praktek produksi minyak goreng tanpa izin edar di wilayah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Minyak goreng kemasan ilegal tersebut dikemas di salah satu gudang dengan luas satu hektar di Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram

Dimana dalam prakteknya modus yang digunakan oleh penjual yaitu dengan mengemas minyak goreng curah dalam kemasan plastik dalam botol lengkap akan tetapi merk yang digunakan belum memiliki izin edar.

“Kasus ini termasuk Tindak Pidana di bidang perdagangan. Ini ribuan minyak goreng curah yang diedarkan tanpa izin edar, modus ini kita bongkar hari Sabtu kemarin (27/03/2021) sekitar pukul 11.00 Wita,’’ ungkap Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi, SIK di Mataram, Minggu (27/03/2021).

Menurutnya, terbongkarnya kasus tersebut berawal dari Tipidter Polresta Mataram menerima informasi tentang kegiatan usaha tanpa izin edar., lalu petugas mendatangi pemilik usaha,dimana dari penelitian singkat, petugas yakin usaha tersebut melanggar ketentuan. Karena pemilik tidak dapat menunjukkan izin usaha lengkap.

“Diantaranya tidak memiliki izin SNI, tanpa sertifikat halal, layak higenis, izin merk dan izin edar dari BPOM juga tidak dikantongi pemilik, Ini semuanya, pemilik tidak dapat menunjukkan izinnya,sudah sangat jelas ini melanggar,’’ bebernya.

Baca Juga:  Disersi, Satu Anggota Polresta Mataran di PTDH

Minyak curah kemasan dengan merk dagang berinisial CR tersebut dikemas dalam tiga botol berukuran berbeda yaitu 900 mililiter, 1000 mililiter dan 1.500 mililiter.

Ternyata setelah di telusuri di Kemenkumham dimana merk dagang yang digunakan oleh pemilik usaha sudah terdaftar dan digunakan untuk merk dagang yang lain.

“Merk yang digunakan ini sudah ada yang menggunakan,’’ katanya.

Alhasil nya, pemilik minyak curah olahan berinisial PA (37 tahun) warga Babakan, Kecamatan Sandubaya, resmi ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal 106 Jo pasal 24 ayat (1) dan atau pasal 113 Jo pasal 51 ayat (2) Undang-undang Nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan sebagaimana telah dirubah dengan Undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja, dengan hukuman maksimal penjara 4 tahun dan denda Rp 10 miliar.

Lebih lanjut, bahwa berdasarkan hasil penyelidikan terungkap, minyak curah dipesan di Surabaya dengan menggunakan truk tangki kemudian ditampung untuk sementara waktu di Lembar Lombok Barat sebelum dibawah ke tempat pengolahan di Babakan Mataram.

“Di sini minyaknya sudah disaring seperti dibersihkan,lalu setelahnya dipindah ke botol kemasan untuk dijual,’’ jelas Heri.

Sementara itu dari keterangan tersangka PA, minyak goreng telah diedarkan disejumlah pasar tradisional di Pulau Lombok, tidak itu saja ada juga pembeli atau pemborong yang datang langsung membeli di gudang untuk dijual kembali.

Baca Juga:  Tiga Emak-Emak Pengedar Sabu Diringkus Polisi

“ini minyak yang 900 mili liter dijual Rp 13 ribu kalau yang 1000 mililiter dijual Rp 13.500,ada memang perbedaan harga dengan minyak resmi yang dijual bebas,’’ tuturnya.

Diakui pula oleh tersangka bahwa telah menjalankan bisnisnya sejak bulan Februari kemaren, namun apes modal belum kembali, bisnisnya sudah terbongkar.

“belum untung karena baru Februari kemarin mulai beroperasi,’’ bebernya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa mengatakan, niat pelaku timbul karena sebentar lagi minyak goreng kemasan plastik tidak diperbolehkan, kemudian berinisiatif untuk menggantinya dengan botol kemasan.

“Tapi tetap dia edarkan di pasar tradisional kalau di ritel moderen atau swalayan tidak bisa karena izin edarnya tidak ada,’’ katanya.

Dari gudang yang saat ini sudah terpasang garis polisi (police line) berhasil diamankan ribuan botol minyak curah kemasan bersama barang bukti lainnya yaitu 1 buah tandon penampung minyak, 1 mesin penyaring minyak goreng, 2 mesin timbang, 1 truk tangki 10.000 liter, 1 unit pick up.

“Totalnya ada 10.320 botol minyak goreng kemasan yang kita amankan,operasionalnya sudah kita stop,kita kembangkan lagi ini,’’ tegasnya.

(mn-07)