MATARAM— Operasi Pekat Gatarin 2021 yang digelar sejak 29 Maret hingga 11 April tersebut, Polresta Mataram berhasil mengungkap 161 kasus dan menangkap 184 tersangka.

“Operasi Pekat Gatarin tahun ini kami di Polresta Mataram mengungkap 161 kasus dengan 186 tersangka,’’ ungkap Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi, SIK didampingi Kasat Reskrim, Kompol Kadek Adi Budi Astawa, ST, SIK, Kasat Resnarkoba AKP I Made Yogi Purusa Utama,SIK dan PJU Polresta Mataram lainnya, Senin (12/04/2021).

Capaian Operasi Pekat tahun ini jauh melebihi target yang ditentukan karena Polresta Mataram ditargetkan mengungkap 10 kasus tahun ini.

Dengan target Operasi 3 kasus perjudian, 6 kasus minuman keras (miras) dan 1 kasus prostitusi akan tetapi yang berhasil diungkap Polresta Mataram sebanyak 161 kasus dengan rinciannya, 13 kasus perjudian dengan 36 tersangka. 142 kasus miras dengan 142 tersangka. Serta 6 kasus Prostitusi dengan 6 tersangka.

Baca Juga:  Kota Mataram Siap Jadi Tuan Rumah Festival Qasidah Nasional

Dari jumlah kasus yang diungkap,capaian operasi tahun ini jauh meninggalkan hasil kegiatan tahun sebelumnya.dimana tahun lalu, Operasi Pekat Gatarin Polresta Mataram mengungkap 59 kasus. Sehingga tahun ini mengalami peningkatan 102 kasus dengan persentase 270 persen.

“Jumlah tersangka yang diungkap tahun lalu ada 76 orang,sedangkan tahun ini 186 tersangka. Persentase peningkatannya 245 persen,’’ tuturnya.

Tahun ini, ratusan barang bukti hasil Operasi pekat berhasil diamankan terdiri dari 27 item mulai dari handphone, uang tunai, kartu ATM, buku tabungan, kupon, bukti transfer, tas, boneka, spanduk, dompet, ayam, handuk, meja ding dong beragam jenis miras, spring bed hingga alat kontrasepsi menjadi barang bukti yang diamankan Kepolisian.

“Barang buktinya bisa teman-teman sekalian lihat. Ini semuanya barang bukti Operasi Pekat Gatarin 2021,’’ ujarnya.

Baca Juga:  Bisnis Esek Esek Online Lintas Daerah Dibayar Dolar

Dari ratusan kasus yang diungkap ada sejumlah kasus menonjol yang menjadi pusat perhatian warga Mataram seperti pengungkapan judi togel, judi Dingdong.

“Judi Dingdong ini cukup ramai dibicarakan. Ini berhasil kita ungkap,” ungkapnya.

Kasus menonjol lainnya, adalah pengungkapan kasus prositusi online,terdiri dari 3 TKP di Cakranegara, 1 TKP Pagutan, 1 TKP Narmada. Rata-rata TKP kasus prostitusi Online ini di Homestay dan kos-kosan.

Masih di kasus prostitusi online, Polresta Mataram mengungkap kasus esek-esek dengan bayaran US Dolar. “Kita menangkap mucikarinya dan sudah ditetapkan sebagai tersangka,” tegasnya.

“Saat ini perkara masih proses penyidikan Satreskrim dan unit Reskrim Polsek Jajaran Polresta Mataram,” ungkap Kasat Reskrim Kompol Kadek Adi Budi Astawa.

(mn-07)