Kepala Kanwil Kemenkumham NTB Haris Sukamto, A.K.S., M.H.

MATARAM– Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadikan momen menyambut bulan Ramadhan 1442 H, untuk mempererat sinergitas dengan media.

Acara yang mengambil tempat di halaman tengah Kanwil Kemenkumham NTB, Senin (12/4/2021) pagi, bertajuk “Ngupi Juluq Bareng Semeton Media”.

Kepala Kanwil Kemenkumham NTB Haris Sukamto, A.K.S., M.H. mengungkapkan, diperlukan sinergitas antara insan pers dengan Kemenkumham, sehingga tercipta citra positif bahkan pemikiran positif.

“Kami perlu kritikan dan masukan salah satunya dari media. Kegiatan yang selama ini terjalin bukan hanya sekedar simbiosis mutualisme tetapi simbiosis benefit,” ucapnya.

Menurutnya bahwa kolaborasi antara media dan jajaran Kanwil Kemenkumham NTB, akan menambah energi baru dalam upaya menciptakan pemerintah yang bersih dan berwibawa.

“Pemberitaan oleh media massa sebagai langkah untuk memperbaiki kinerja. Karenanya, masukan dan kritikan yang membangun merupakan gambaran positif untuk perbaikan,” katanya.

“Tanpa kritikan dari media, kinerja kami tidak akan diketahui apakah telah berjalan dengan baik atau sebaliknya,” imbuhnya.

Baca Juga:  LKPJ Gubernur NTB Tahun 2020 Cukup Memenuhi Syarat Diterima DPRD

Untuk diketahui, pada 2020 lalu Kanwil Kemenkumham NTB adalah salah satu dari 10 kanwil yang masuk dalam kategori zona Wilayah Bebas Korupsi (WBK). Dimana Kanwil Kemenkumham di Indonesia berjumlah 33 kanwil.

“Kanwil Kemenkumham NTB saat sudah berada pada zona Wilayah Bebas Korupsi. Nah, untuk tahun 2021 ini bertekad menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM),” tuturnya.

“Ikrar ini diharapkan bisa diwujudkan di tahun 2021 ini. Peran inilah yang bisa diambil oleh media,” tandasnya.

Ia menuturkan, peran media sangat penting dalam memberi informasi yang berguna bagi masyarakat, terutama bagi masyarakat di luar NTB di tengah pandemi Covid-19, peran media sangat strategis dalam memberikan informasi terkait kondisi di NTB.

“Artinya, media memiliki peran yang sangat penting untuk membalik stigma ketakutan, oleh karena NTB dikatakan sebagai zona merah Covid-19, supaya orang-orang datang berkunjung ke NTB,” tegasnya.

Sementara Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB H. Nasrudin Zein, menyampaikan apresiasinya kepada jajaran Kanwil Kemenkumham NTB, yang mengajak insan pers dalam menjalin kerjasama.

Baca Juga:  Laju Inflasi Beratkan Masyarakat, Pemkot Mataram Ambil Langkah Strategi 4K

“ni luar biasa, simbiosis mutualisme ini harus kami para insan pers beri apresiasi. Ini kesempatan para insan pers melaksanakan amanat Ketua Dewan Pers Bapak Muhammad Nuh, dalam mengubah mineset adagium bed news is good news menjadi good news is the best news,” ungkapnya.

Menurutnya bahwa wartawan harus mampu menerjemahkan kebijakan pemerintah sepanjang untuk kepentingan masyarakat.

Pihaknya mengajak agar insan pers menanamkan prinsip yang diajarkan agama Islam, yakni “khairunnâs anfa’uhum linnâs”.

“Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Jadi, jika wartawan memberitakan yang baik-baik, insya Allâh hasil tulisannya bermanfaat bagi masyarakat. Pahalanya akan terus mengalir,” katanya.

Tampak hadir dalam gelaran Ngupi Juluq Bareng Semeton Media, para Kepala Satuan Kerja (Satker) lingkup Kanwil Kemenkumham se-Pulau Lombok, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB, Ketua dan perwakilan organisasi perusahaan media, para pimpinan redaksi (pimred), Pengurus Forum Pewarta (FORTA) NTB, dan para jurnalis/wartawan.

(mn-07)