MATARAM– Penyidik pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB akan menjemput paksa Direktur PT SAM berinisial AP yang merupakan salah satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan jagung pada dinas Pertanian propinsi NTB tahun anggaran 2017.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTB, Dedi Irawan SH, mengatakan bahwa direktur PT SAM atas nama AP telah dipanggil secara patut oleh Penyidik pada pekan lalu untuk hadir diperiksa sebagai tersangka pada hari ini. Namun ternyata tidak memenuhi panggilan penyidik Kejati NTB alias dinyatakan mangkir.

Menurutnya, panggilan penyidik pada tersangka AP sudah yang ketiga kalinya, dimana dua kali panggilan terhadap yang bersangkutan tidak hadir dengan memberikan surat keterangan sakit menderita positif Covid 19 yang diantar langsung oleh Penasehat Hukumnya.

Baca Juga:  Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Bibit Jagung Ditahan

“Surat keterangan tersebut masing-masing dari Dokter RS HARAPAN KELUARGA untuk keterangan sakit Positif Covid-19 pada panggilan pertama dan surat keterangan Positif Covid-19 untuk panggilan kedua dari dokter RSUD Kota Mataram,” ungkap Dedi, Rabu (21/04/2021).

Namun lanjutnya pada panggilan ketiga tanpa keterangan, atas mangkirnya tersangka AP tersebut penyidik akan melakukan panggilan kembali.

“Jika tidak hadir tanpa keterangan selama tiga kali berturut-turut tanpa keterangan maka akan dilakukan upaya paksa,” tegasnya.

Sebagaimana disampaikan sebelumnya bahwa tersangka dalam perkara korupsi pengadaan bibit jagung pada Distambun Provinsi NTB Tahun anggaran 2017 berjumlah 4 orang tersangka dan hanya tersangka AP yang belum dilakukan penahanan terkendala menderita positif Covid-19.

Baca Juga:  Gara Gara Narkoba Oknum Perawat Puskesmas Ditangkap Polisi

Sementara itu pada Rabu pagi penyidik kembali melakukan pemeriksaan tambahan terhadap tersangka atas nama LIH selaku Direktur PT WBS.

Tersangka LIH merupakan salah satu penyedia bibit jagung yang terindikasi tanpa sertifikasi dan tidak memenuhi spek pengadaan.

Dalam pemeriksaan tersebut tersangka LIH didampingi oleh tiga orang Penasehat Hukumnya dan diperiksa hingga pukul 13.30 Wita yang selanjutnya dikembalikan pada Rutan Polda NTB.

(mn-07)