Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mataram, Sang Ketut Mudita SH

Mataram, MATARAMnews – Lagi-lagi anggota DPRD Lombok Barat yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi Bantuan Sosial (Bansos) 2008 Lombok Barat diperiksa Kejaksaan. Kali ini yang dimintai keterangannya oleh penyidik Kejaksaan Negeri Mataram adalah anggota dewan berinisial LH.

LH  diperiksa untuk dimintai keterangannya dalam kapasitasnya sebagai saksi. Dimana kesaksian yang diambil dari LH ini juga guna untuk melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) atas dirinya sendiri. Pemeriksaan bertempat di salah satu ruangan di Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Mataram.

Pemeriksaan ini sendiri berlangsung sejak pukul 10.00 wita, namun pemeriksaan hingga pukul 13.00 wita, LH belum terlihat keluar dari ruang pemeriksaan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mataram, Sang Ketut Mudita SH, menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap LH hanya untuk melengkapi BAP. “Ini untuk melengkapi kekerungan sebelumnya dalam BAP,” katanya ketika ditemui di Kejari Mataram, Kamis (9/8/2012) pagi.

“Kasus Bansos ini merupakan rangkaian  tersangka sebelumnya,” tegasnya. Sementara itu ketika ditanya seberapa besar kerugian negara yang ditimbulkan oleh tersangka LH, Mudita belum bisa menyimpulkannya, namun diperkirakan sekitar Rp 200 juta lebih.

Sedangkan modus yang digunakan oleh LH sama dengan modus yang digunakan oleh tersangka dalam kasus Bansos lainnya yang sudah dijatuhi vonis  4 Tahun 6 bulan, yaitu Syahrudin SH.

Dimana tidak ada proposal yang fiktif tapi pelaksanaannya itu yang diberikan kepada masyarakat tidak sesuai dengan nilai yang ada dalam proposal.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !