Seribu Lebih Pengawas TPS di Mataram Akan Dilantik

MN, MATARAM –Guna mengawasi jalannya pelaksanaan pungut hitung Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang, Bawaslu Kota Mataram akan melantik seribu lebih pengawas TPS.

Pengawas tersebut nantinya akan ditempatkan disetiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada diwilayah Kota Mataram yang jumlahnya mencapai seribu lebih.

Komisioner Bawaslu Mataram Divisi SDM Organisasi dan Data Informasi, Muhammad Yusril, mengatakan bahwa akan ada penambahan personil pengawasan yang dilakukan sebelum 17 April mendatang, karena 23 hari sebelum hari H pemungutan suara, Bawaslu akan melantik pengawas TPS.

”Satu TPS itu satu pengawas. Untuk Mataram ada 1.274 TPS, jadi nanti akan dilantik 1.274 pengawas TPS,” ucap Yusril, di Mataram, Kamis (10/1/2019).

Menurutnya pengawas TPS nantinya harus warga yang tinggal dan memiliki KTP elektronik di wilayah TPS tempatnya ditugaskan. Hal itu karena selama proses pemungutan suara ada beberapa kerawanan yang harus diantisipasi, misalnya terkait C6. Untuk mendeteksi kerawanan ini, dibutuhkan pengawas TPS yang menguasai data warga di TPS setempat.

”Pengawas TPS minimal mengetahui status warganya yang ada dalam DPT. Mungkin ada yang sudah meninggal atau pindah domisili tapi masih tercatat bisa diantisipasi,” terangnya.

Dengan jumlah personel yang dimiliki Bawaslu di tingkat kabupaten/kota ini, lanjutnya, maka tentu masih timpang dengan tugas-tugas yang ada.

Perlu diketahui bahwa komposisi jajaran Bawaslu Mataram terdiri dari tiga komisioner. Kemudian di tingkat kecamatan ada tiga orang pengawas, jadi untuk kecamatan ada 18 orang pengawas. Untuk kelurahan ada 50 orang. Masing-masing kelurahan ada satu orang pengawas.

Untuk itulah peran serta seluruh elemen masyarakat termasuk APH sangat diperlukan dalam pengawasan pemilu. ”Seluruh elemen masyarakat dan APH juga harus memiliki awareness. Pemilu ini penting untuk disukseskan bersama,” pungkasnya. –(mn-07)