MATARAMnews – Mahasiswa terobos gerbang halaman kantor Gubernur NTB, saat digelarnya aksi unjukrasa oleh mahasiswa yang tergabung  Gerakan Bersama Pemuda dan Mahasiswa Bima (GEBPMABI), Senin (17/10/2011) pagi.

Mereka berhasil menerobos pintu gerbang bagian selatan setelah melihat kelengahan anggota Sat Pol PP yang tidak ada berjaga. Namun, ketika mereka berada dihalaman kantor Gubernur barulah anggota Sat Pol PP menghadang enam orang mahasiswa tersebut. Kemudian para mahasiswa langsung melakukan orasi bergiliran di tiang bendera.

Aksi yang dimotori oleh koordinator Ibrahim Lido itu, mendesak agar  Gubernur NTB segera menegur Bupati Bima untuk mencabut ijin pembangunan TPAS (Tempat Pembuangan Akhir Sampah) di kecamatan Woha Bima dan proyek itu dibatalkan.

Para mahasiswa ini beralasan, bahwa dengan hadirnya proyek raksasa pemerintah berupa TPAS tersebut, itu sudah menggambarkan bahwa pemerintah tidak lagi memikirkan persoalan yang dialami oleh kelas buruh, tani dan kelas pekerja lainnya.

“Kehadiran TPAS akan berakibat fatal bagi kelangsungan hidup rakyat yang berfrofesi sebagai petani dan perkebunan,” Katanya dalam orasi itu.

Menurut Ibrahim, proyek tersebut harus dihentikan karena sampah cukup memberikan pengertian pada kita dimana sampah adalah unsur pencemar dan sangat bertolak belakang dengan kondisi Bima sebagai daerah pertanian dan pariwisata. “Bima bukan kota metropolitan dan juga bukan daerah industri, “paparnya.
Tambah Ibrahim, disatu sisi juga kehadiran TPAS bertolak belakang dengan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) yakni TPAS tidak boleh ada di wilayah ibukota.

Mereka menganggap bahwa TPAS mutlak kepentingan dan kebutuhan penguasa yang dipaksa hadir di daerah Bima.

(Laporan: Joko | Mataram)