Desa Sade Jadi Ajang Sapta Pesona 2011

MATARAMnews (Loteng) – Menteri Kebudayaan dan Pariwisata melalui Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata, Firmansyah  Rahim di dampingi Wakil Gubernur NTB, Ir. Badrul Munir, MM dan Bupati Lombok Tengah, HM. Suhaili FT, Selasa (18/10/2010) membuka Gerakan Nasional Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona 2011 di Desa Sade Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

{xtypo_info}FOTO: Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata, Firmansyah  Rahim{/xtypo_info}

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Ir. Jero Wacik dalam sambutannya yang dibacakan Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata, Firmasyah Rahim, mengatakan kegiatan sadar wisata merupakan salah satu program Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata yang terus digulirkan di seluruh Indonesia, sejak tahun 2007 silam di bandung Jawa Barat, kemudian disusul pada tahun 2008 di Buleleng, Bali, tahun 2009 di Pantai Depok, Yogyakarta, dan tahun 2010 di kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

Bagi Indonesia, dengan potensi kepariwisataan yang membentang di 17.000 lebih pulau, desa-desa wisata dengan aneka ragam adat dan budayanya merupakan potensi yang mampu menarik wisatawan berkunjung. Oleh karena itu dipoerlukan kesiapan SDM dan sarana pariwisata untuk dapat meningkatkan pangsa pasar pariwisata Indonesia dimata dunia.

“Pada tahun 2010 jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia 7 juta dan meningkat pada tahun 2011 menjadi 7,7 juta orang,”kata Firmasyah Rahim.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bila saat ini pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan pariwisata sebagai pilar strategis pembangunan nasional yang diharapkan didukung oleh komitmen dan sinergi dari segenap sector baik di tingkat nasional maupun di daerah. Diman sejak beberapa tahun terakhir Sadar Wisata dan Sapta Pesona yang meliputi tujuh unsur, yaitu aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah dan kenangan, di kampanyakan secara terus menerus.

“Salah satu contoh pembangunan Bandara Internasional Lombok (BIL), dan peningkatan jalan, listrik, air serta kawasan pantai Mandalika sudah siap dikembangkan dan dibangun,”ujar Firmasyah.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, Ir. Badrul Munir, MM, mengatakan Gerakan Nasional Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona 2011, merupakan momentum yang sangat strategis disaat NTB sedang  giat membangun kepariwisataan, dan berbenah dalam menyongsong Visit Lombok Sumbawa 2012 dengan target 1 orang wisatawan. Terlebih dengan peresmian Bandara Internasional Lombok (BIL) oleh presiden termasuk menyaksikan ground breaking pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika resort.

Badrul menerangkan, dipilihnya Desa Sade sebagai lokasi merupakan salah satu terobosan promosi yang sangat efektif karena desa sade telah menjadi model desa wisata yang dikembangkan di NTB. Dan sudah cukup dikenal dan banyak di kunjungi wisatawan local maupun asing.

“Selama ini pengembangan Desa Sade dilakukan dengan mengkonservasi keseluruhan desa dan meyediakan lahan baru untuk menampung perkembangan penduduk sekaligus area pariwisata, karena disadari wisata pedesaan merupakan suatu integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung dalam struktur kehidupan masyarakat yang menyatu denagn tatacara tradisi setempat,”kata Badrul.

Melihat kondisi itu, ucap Badrul pemerintah daerah baik provinsi, kabupaten/kota terus mendorong kesiapan dan pastisipasi masyarakat di destinasi pariwisata agar mampu menjadi tuan rumah yang baik dan memiliki kesadaran serta mampu mendorong pergerakan perjalanan wisatawan nusantara maupun mancanegara.

“Pemerintah daerah saat ini berusaha dalam mendukung pariwisata tengah mendorong pengembangan industri kreatif atau olahan dalam menunjang pariwisata,”tandasnya.

(Laporan : Iman | Loteng)

Bagikan :