Upaya SMAN 1 Bayan Mengatasi Siswi Kesurupan

MATARAMnews (KLU) – Beberapa hari belakangan ini, puluhan siswi SMAN 1 Bayan Kabupaten Lombok Utara kesurupan. Dan pihak sekolah terus berupaya mendatangkan ahlinya atau paranormal untuk mengatasi kesurupan yang cukup mengganggu pelajaran sekolah.

{xtypo_info} FOTO : Para Tokoh Adat sebelum menggelar Asuh Perban di SMAN 1 Bayan{/xtypo_info}

“Sejak hari  Jum’at lalu hingga hari rabu ini , puluhan siswi mengalami kesurupan, sehingga cukup mengganggu kegiatan belajar-mengajar, dan kami terus berupaya mengundang ahlinya untuk mengatasinya, agar proses belajar mengajar berjalan lancar”, kata Kepala SMAN 1 Bayan, Bambang Siswanto, S.Pd ketika ditemui (19/10/11) di ruang kerjanya.

Dikatakan, pada hari Selasa dan Rabu ini, para siswa terpaksa dipulangkan lebih pagi, karena beberapa siswinya tiba-tiba mengamuk tanpa sebab yang jelas, dan anehnya siswi yang menolongpun juga ikut kesurupan. “Ada siswi yang mengantar kawannya pulangpun ikut kesurupan”, jelasnya.

Upaya yang sudah dilakukan dengan membaca Asmaul Husna dan ayat-ayat suci Al-Qur’an setiap pagi dan mengundang beberapa ahli dalam soal ini. Namun setelah selesai biasanya ada saja siswi yang langsung mengamuk. “Dan yang kesurupan rata-rata yang perempuan”, katanya.

R. Jambianom, salah seorang tokoh muda adat Bayan mengaku, kejadian ini, barangkali disebabkan karena adanya orang yang mati belum diterima ruhnya sehingga bergentayangan menganggu para siswi, sehingga secara adat perlu dilakukan Asuh Perban dilokasi SMAN 1 Bayan.

“Dan ini bisa diatasi dengan mengutamakan keseimbangan serta do’a yang langsung dipimpin oleh pengulu adat, Amaq. Jitrasih. Dan dalam ritual ini Asuh Perban terlebih dahulu melakukan persiapan dengan menyediakan satu dulang makanan”, kata R. Jambianom, yang mendampingi pengulu adat
melakukan ritual.

Bambang Siswanto mengharapkan dengan upaya-upaya yang dilakukan oleh para tenaga pendidik, mudah-mudahan tidak terjadi lagi adanya siswi yang kesurupan, sehingga proses belajar bisa berjalan seperti biasa.

(Laporan : Ari | Lombok Utara)

Bagikan :