PAUD Mengawal Pencerdasan Kehidupan Bangsa

MATARAMnews (KLU) – Memaknai pendidikan dengan benar sesuai khittahnya dalam kehidupan sehari-hari harus dimulai dari penggalian falsafah pendidikan itu sendiri dan inovasi karakter anak didik.

 

{xtypo_info} FOTO; Masri Arjoko, Sekjen HIMPAUDI KLU, Warna Wijaya dan Sukandi, WEB {/xtypo_info}

Penggalian karakter anak hanya bisa dilakukan melalui pola pendidikan yang demokratis dan elegan guna menciptakan anak bangsa yang cerdas, kritis dan nasionalis dalam prikehidupan bangsa dan negara.

Untuk itu, praktik pendidikan mesti dimulai sejak dini, dalam kaitan ini, maka Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi lembaga pendidikan non formal yang mesti ansich mengawal pencerdasan kehidupan bangsa.

Demikian dikatakan Masri Arjoko, Sekretaris Jenderal Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia (Sekjen Him-PAUDI) Lombok Utara, saat memberikan sambutan pada acara rencana tindak lanjut operasionalisasi PAUD Harapan Bangsa Desa Bentek di Balai Banjar Serba Guna San Baro Selasa, (18/10/11). Acara  yag dimulai pukul 16.00 wita itu dihadiri puluhan orang tua calon anak didik usia dini, kadus San Baro, Sekjen HimPAUDI KLU, dan para pengurus PAUD Harapan Bangsa.

Selain itu menurut Masri, bahwa pendidikan anak usia dini ditujukan untuk menggali potensi yang dimiliki anak didik. Ini penting untuk menemukan karakter anak didik, dimana tujuan akhirnya supaya generasi bangsa mengena dan cinta pada bangsa dan negaranya.

Apalagi, lanjut Masri, pemda KLU telah mencanangkan program kembali ke khittah pendidikan. Implementasi khittah pendidikan ialah bagaimana manusia mengenal jatidiri dan menanamkan sikap nasionalisme dan harga diri bangsanya dihadapan bangsa lain di dunia.

Di samping itu, dalam rangka mengawal NTB Bersaing 2013 dan seterusnya. “Jadi, kami dari pengurus HimPAUDI Lombok Utara punya misi mencerdaskan kehidupan anak-anak kita agar menjadi generasi yang cerdas di masa mendatang sehingga mampu menghargai diri sendiri, orang lain, masyarakat, lingkungan sosial, bangsa dan Negara sendiri, tak ada niatan lain kecuali itu,” tandas Masri di sela-sela sambutannya. Sama dengan PAUD, Pemerintah KLU juga sedang menggalakkan program keaksaraan fungsional di berbagai wilayah di Dayan Gunung termasuk di Desa Bentek.

Sementara itu, Ketua Banjar Serba Guna San Baro, Surahman, mengungkapkan, gagasan pendirian lembaga pendidikan PAUD di San Baro muncul dari generasi muda yang peduli akan urgensi pendidikan bagi kehidupan manusia. Pasalnya. maju mundurnya kualitas sumber daya manusia atau kualitas kehidupan suatu bangsa ditentukan oleh berkualitas tidaknya dunia pendidikan bangsa bersangkutan.

“Pendidikan adalah roh bagi eksistensi manusia dan bangsa tempat ia hidup dan berkembang,” terang Surahman di hadapan peserta rapat.

Oleh karena itu, maka mengenyam pendidikan sejak usia kanak-kanak sangat penting dan memiiki makna elanvital bagi setiap anak serta kewajiban orang tua terhadap anaknya. Sebab, bangsa Indonesia telah menganjurkan menuntut pendidikan sedini mungkin demi mencapai keberadaban hidup warga negara di masa mendatang. Ia menyampaikan bahwa lembaga pendidikan setara TK di Bentek baru satu yaitu di Todo. Dan, lokasi pengajaran PAUD Harapan Bangsa untuk sementara waktu dipusatkan di Balai Banjar Serba Guna seraya meminta dukungan warga masyarakat setempat demi kelangsungan operasionalisasi poses belajar mengajar ke depan.

Sedangkan Setadi, salah satu orang tua calon peserta didik berharap agar PAUD benar-benar murni bergerak di ranah pendidikan, tidak ditunggangi kepentingan lain. “Kami berharap jangan sampai PAUD ini ditunggangi kepentingan politik, tapi harus ansich kepentingan pendidikan,” cetusnya. Dan, Warna Wijaya, mengungkapkan rasa apresiasinya yang mendalam atas inisiatif dan kesadaran kaum muda yang telah rela berpikir maju dan progresif sehingga PAUD Harapan Bangsa dapat terbentuk.

Ia berharap pengurus terpilih supaya sepenuh hati mengelola lembaga pendidikan anak usia dini tersebut. “Jangan sampai kawan-kawan pengurus setengah hati tapi penuh hati kawal lembaga ini. Ini murni soal pengabdian pada masyarakat. Tanamkan sikap ikhlas semata-mata untuk beramal pada kepentingan masyarakat.

Sama halnya dengan Surahman, Apno, salah satu warga San Baro, mengatakan bahwa daur hidup anggaran lembaga PAUD Harapan Bangsa jangan sampai hanya dibebankan pada warga. Namun harus di anggarkan dari APBN, APBD 1 dan 2. Pasalnya, anggaran lembaga pendidikan seperti PAUD telah dipatok dalam undang-undang pendidikan. “Pemerintah harus berkomitmen kuat kawal dunia pendidikan kita terutama pemda Lombok Utara,” tutur pria berambut lurus ini.

(Laporan : Sarjono | Lombok Utara)