Warga Lingsar Kecewa, Tarif PDAM Naik

Ilustrasi (net)

MataramNews – Isu naiknya tarip pungutan retribusi penggunaan Air Minum yang akan diberlakukan PDAM, dipertanyakan masyarakat Narmada, sebab pelayanan PDAM selama ini dinilai masih belum maksimal.

Beberapa himbauan lain terkait kebutuhan infrastruktur maupun sosial kemasyarakatan juga disampaikan masyarakat Tanak Tepong, Narmada kepada wakil rakyat yang berasal dari Dapil Lingsar, Narmada,  I Gede Widana Angota DPRD Kabupaten Lombok Barat dari PDIP, (27/9/2011).

Dalam kegiatan reses yang digelarnya,anggota Dewan selaku wakil rakyat dihujani pertanyaan tentang peran mereka terkait kebijakan pemerintah yang akan menaikkan tarip PDAM. Sementara itu masyarakat Narmada menilai kebijakan ini terlalu tergesa-gesa dan mereka mengakui  pelayanan PDAM selama ini dinilai masih belum maksimal.

Masyarakat Lingsar, Narmada mempertanyakan debet air PDAM yang sering macet saat dibutuhkan, padahal sebagai daerah yang menjadi sumber penghasil air, PDAM yang disalurkan keseluruh wilayah Lombok Barat dan Kota Mataram semestinya  mendapat perlakuan Khusus, namun kami kecewa justru di Narmada ini sering terjadi kemacetan.

Selain itu masyarakat mempertanyakan tentang retribusi sampah yang dipungut melaui PDAM ini sungguh memberatkan dan yang paling penting adalah apakah  retribusi sampah ini hanya diberlakukan untuk pelanggan PDAM saja sementara toh banyak juga sampah yang dihasilkan dari masyarakat yang bukan pelanggan PDAM.

Gede Widana, menyampaikan kepada masyarakat, terkait tentang tarif dan retribusi pungtan oleh PDAM selam ini, memang menjadi dilema.dalam setiap persidangan anggota DPRD yang berasal dari partai oposisi pemerintah ini mengaku tetap kukuh menolak segala kebijakan pemerintah yang tidak berpiha kepada masyarakat, ”namun terkait jumlah kursi PDIP yang berjumlah hanya 3 kursi, akan selalu kalah dalam potting”, jelasnya.

Beberapa  aspirasi  masyarakat selain mememinta kepada PDAM untuk meninjau kembali kebijakan tarif yang akan diberlakukan, masyarakat Tanak Tepong juga meminta perbaikan jalan yang menuju kuburan sepanjang setengah kilometer, kemudian  bantuan modal untuk koprasi simpan pinjam dan modal untuk pengusaha pembuatan kue yang diproduksi oleh ibu-ibu arisan ditempat tersebut.

Selain menyerap aspirasi masyarakat, dalam kegiatan resesnya, Gede widana anggota DPRD yang berasal dari PDIP ini juga memberikan bantuan kepada masyarakat untuk pemnbangunan posko yang selanjutnya akan dapat dimamfaatkan juga sebagai tempat pertemuan  dan pos kamling bagi masyarakat. (Laporan: Ach.S | Lombok Barat)