GTT dan Dewan Guru Lapor Dugaan Penggelapan Dana BSM SDN 2 Kuranji

ilustrasi

MATARAMnews (Lobar) – Guru Tidak Tetap (GTT) Sekolah Dasar Negeri 2 Kuranji, Lombok Barat (Lobar), Nusa Tenggara Barat (NTB), beserta seluruh Dewan Guru, melaporkan pihak Kepala Sekolah AM, dengan dugaan “Penggelapan” dana Bantuan Siswa Miskin (BSM).  Laporan dengan nomor surat 01/19/XI/2011, tertanggal 19 Oktober 2011.

Dalam laporan itu, disebutkan selama tiga periode dana BSM tidak diketahui penggunaanya, bahkan seluruh anggota dewan guru tidak mengetahui keberadaan dana BSM dimaksud, bukan masalah itu saja, Dewan Guru pun melaporkan atas tidak diberikannya honor GTT dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Triwulan III, bahkan kepala sekolah itu juga dilaporkan jarang masuk sekolah pada jam dinas,  seperti yang diberitakan pada salah satu media cetak harian lokal NTB, pada Sabtu (22/10/2011) lalu.

Terkait laporan Dewan Gguru itu, pihak kepala sekolah pun telah dipanggil oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD), Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) wilayah Labuapi, Kabupaten Lombok Barat NTB, H.M. Chairil Anwar, S.IP, guna dilakukan pemeriksaan, pada tanggal 20 Otober 2011, di UPTD Dikpora, wilayah Labuapi, dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Nomor : 870 / 671 / UPTD – LA / 2011, dengan materi pertanyaan terdiri dari empat sup pokok permasalahan sesuai surat laporan dewan guru SDN 2 Kuranji di antaranya,  apakah benar dana BSM 3 periode penggunaannya tidak benar/tidak jelas?, apakah benar dana BOS triwulan III untuk GTT belum diberikan? dan, apakah benar saudara selaku kepala sekolah kehadirannya dalam satu minggu hanya beberapa kali, itupun hanya saudara hadir/masuk beberapa jam saja kemudian meningalkan sekolah dengan alasan rapat dan terkadang dengan alasan yang tidak jelas?, dari beberapa pertanyaan itupun kepala sekolah menjawab “tidak” seperti yang tertera dalam BAP.

Melalui MataramNews, Senin (24/10/2011), kepala sekolah AM membenarkan atas laporan Dewan Guru itu, namun kepala sekolah AM menjelaskan, bahwa dana BSM tiga periode yang laporkan Dewan Guru dimaksud, bukan saya tidak mencairkan, namun saya pertimbangkan siswa SDN 2 Kuranji yang mayoritas keluarga miskin maka saya rencanakan untuk pencairan periode ketiga tahun ini dengan sistim pemerataan. “Jatah 80 orang siswa, rencananya untuk dibagi secara pemerataan kepada seluruh siswa dengan total 173 siswa, dengan pembagian berupa pakaian, salah satunya baju imtaq siswa, ini pun atas kesepakatan Dewan Guru juga” jelas Kepsek SDN 2 Kuranji.

Dijelaskan, dana BSM tahun 2010, Periode I berjumlah,  Rp 7.200.000, telah cair dari dinas Dikpora pada tanggal  15 September 2010 dengan jatah 80 orang siswa, Periode ke II berjumlah Rp 7.200. 000, di cairkan oleh dinas Dikpora pada tanggal 11 November 2010, lalu.

Sedangkan tahun 2011 sejak tanggal, 22 September juga telah masuk kerekening sekolah sejumlah Rp 7.200.000 dengan jumlah siswa yang sama, rencana akan di bagikan pada siswa miskin bulan Oktober 2011 ini.

Pada upaya penyelesaian masalah ini pihak sekolah sudah melakukan rapat koordinasi dengan dewan guru, komite sekolah dan tokoh masyarakat sekitarnya pada hari Sabtu, kemarin tanggal (22/10/2011).

(Laporan : Opiek | Lobar)