Ricuh, Penertiban Pasar Kediri

Ilustrasi (net)

MataramNews – Oprasi penertiban yang berlangsung dipasar Kediri, diwarnai perlawana dari salah seorang pemilik kios, karena keberatan teras yang dibuat untuk melindungi dagangannya dari terik matahari dibongkar oleh Satpol PP Kabupaten Lobar.

H. Mas’ah pemilik kios bertahan  dan terpaksa membuat atap dari terepal karena dagangannya yang menghadap timur langsung dengan terik matahari sangat panas. Sebelumnya, didepan pasar terdapat pohon waru yang berusia tua, namun ditebang tampa alasan yang jelas oleh Kasi pasar Dispenda Lobar, Iskandar, tampa ada koordinasi dan kayunya sempat dijual.

Satpol PP yang mendapat perlawanan dari pihak pemilk kios, bersi kukuh membongkar teras tersebut dengan alasan agar pihak pemilik kios yang lain tidak keberatan sehingga  los pasar tertata dengan baik.

Satpol PP Lobar, kepada MataramNews menyampaikan, akan melakukan penertiban terhadap para pedagang yang berada dipasar Kediri karena banyak para pedagang belum menempati los yang sudah disediakan, sehingga disamping akan menjadi rapi para pedagang juga mengetahui fungsi los yang sudah disediakan sesuai dengan sket penempatan.

Menurut beberapa pedagang, situasi pasar kediri selama ini memang cukup meprihatinkan, sejumlah pedagang mengeluhkan sikap arogansi Kepala Pasar yang sebelumnya mengedepankan para pedagang yang mau membayar iuran lebih besar dari pada menata dengan menempatkan pedagang sesuai dengan posisinya.

Hj. Nuraini salah satu pedagang ayam yang membuat tempat permanen sendiri ditempat berjualannya mengaku, selama ini Kepala Pasar tidak pernah mengarahkan kita ketempat yang sudah ditentukan, bahkan ia sendiri yang menganjurkan jika merasa nyaman ditempat itu diam saja.

Para pedagang yang lain juga memberikan keterangan, Kepala Pasar bekerjasama denan oknum  Kasi Pasar untuk mengatur dan memungut tampa menunjukkan nilai pungutan berdasarkan Perda yang sudah ditetapkan. Disamping pungutan retribusi, para pedagang mengaku membayar retribusi  bulanan dengan nilai yang berpariasi dan bagi yang ingin menempati los yang sudah disediakan para pedagang juga dikenakan biaya sewa pakai los dengan harga yang cukup tinggi.

Para pedagang juga mengeluhkan, bahwa los yang ada juga diperuntukkan kepada para pedagang yang mau membayar lebih tiggi, dan terjadi monopoli oleh Kepala Pasar, sehingga satu orang kadang punya   hingga enam los dan menjualnya kembali kepada pedagang yang lain.   (Laporan: Ach. S | Lombok Barat)

Bagikan :