Lakukan Hearing, Belasan Warga Lotim Datangi Mapolda NTB Tuntut Keadilan

MATARAMnews (Mataram) – Belasan  warga  desa Pengkelak Mas, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur, mendatangi Mapolda NTB, Selasa (1/11/2011) siang, guna melakukan hearing. Mereka merupakan istri dan keluarga dari sebelas orang  yang ditangkap dan ditahan oleh kepolisian Polres Lombok Timur (Lotim).

{xtypo_info} FOTO: Tim pengacara menunjukkan foto satu dari 11 orang yang diamankan {/xtypo_info}

Kesebelas  orang itu diduga terlibat dalam kasus pengrusakan yang terjadi dikantor desa setempat pada Senin 26 September kemarin. Kedatangan istri dan keluarga didampingi oleh tim pengacara, menuntut rasa keadilan dari pihak kepolisian terkait dengan adanya dugaan penganiayaan terhadap kesebelas keluarga mereka, sejak proses penangkapan hingga penahanan di Polres Lotim, dimana penganiayaan tersebut diduga dilakukan oleh oknum aparat kepolisian dan bahkan ada indikasi dilakukan oleh Wakapolres.

Pada kesempatan itu, istri dan keluarga keseblas orang itu diterima langsung oleh Kasubbid Publikasi Bid Humas Polda NTB, AKP Lalu Wirajaya. Pada kesempatan tersebut, pihak keluarga yang didampingi tim pengacaranya menceritakan apa yang dialami oleh keseblas orang tersebut yang kini penahanannya sudah dilakukan di Lapas Selong dari awal hingga akhir.

Menurut salah seorang tim pengacara Rahmanudin mengatakan, kami hanya minta pertanggungjawaban dari pihak kepolisian Lotim. “Kami minta agar wakapolres Lotim bertanggungjawab dan dicopot dari jabatannya, “katanya ditemui setelah pertemuan dengan perwakilan Humas Polda NTB sambil menunjukkan beberapa foto yang mengalami kekerasan.

Dijelaskan, penganiayaan dan kekerasan yang dialami oleh  keseblas orang itu sangat sadis yang mengakibatkan masih mengalami sakit dikepala dan beberapa bekas pukulan dibadan.

Setelah pertemuan tersebut salah satu istri keseblas  orang yang diduga telah dianiaya atas nama Safiah (50)  membuat laporan di Bid Provam Polda NTB, dengan Laporan Polisi. LP No.101a/XI/2011/Propam tertanggal (1/11/2011).

Menurut Rahmanudin bahwa, awalnya kasus ini pada Senin 26 September 2011 kemarin diadakan pelantikan Kadus se-Desa Pengkelak Emas dibalai Desa. Namun warga keberatan atas pelantikan tersebut ini dikarenakan para Kadus yang akan dilantik ini tidak dipilih oleh warga (tidak ada proses pemilihan). Saat itulah akhirnya terjadi keributan dan hingga polisi dari Polres Lotim datang dan langsung melakukan penangkapan.

Namun, lanjutnya, beberapa orang yang ditangkap, ada yang tidak berada ditempat kejadian dan bahkan hanya sekedar lewat dan menonton saja. Terungkapnya aksi kekerasan tersebut, setelah salah seorang keluarga menjengguk mereka di Polres dua hari setelah penangkapan. Mereka juga mengancam jika saja kasus ini tidak diproses maka akan melapor ke Kompolnas dan ke Komnas HAM.

(Laporan : Joko | Mataram)