Pemkot Mataram Kejar Kehilangan PAD

MATARAMnews – Setelah Bandara Selaparang tidak beroperasional per 1 Oktober lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp700 juta. Namun demikian Pemkot Mataram akan berupaya mengejar kehilangan tersebut melalui sumber-sumber lain, antara lain dengan sistem intensifikasi dan ekstensifikasi. Demikian dilontarkan Walikota Mataram H. Ahyar Abduh dalam rapat evaluasi PAD yang didampingi Sekda Kota Mataram, HL. Makmur Said dan dihadiri Kepala SKPD lingkup Pemkot Mataram, Selasa (1/11/2011).

{xtypo_info} FOTO : Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh {/xtypo_info}

Menurutnya, sistem intensifikasi merupakan upaya untuk menglola sumber-sumber PAD secara lebih maksimal, serta menjaga jangan sampai ada kebocoran-kebocoran pendapatan. “Saya yakin jika sumber-sumber ini lebih dimaksimalkan akan ada tambahan,” ujarnya. Sedangkan sistem ekstensifikasi dengan melakukan pengelolaan-pengelolaan terhadap sumber PAD yang dinilai potensial. Salah satunya PAD yang bersumber dari retribusi tower. Dimana saat ini Raperda Tentang Retribusi Tower dalam tahap pembahasan.

“Jika Raperda tersebut sudah disahkan, saya berharap SKPD terkait dapat segera mengambil langkah-langkah pendataan, dan sosialisasi terhadap para provaider karena retribusi tower ini cukup potensial dengan jumlah tower yang saat ini sudah mencapai sekitar 100 unit,” paparnya. Akan tetapi, hal itu tidak hanya semata-mata untuk mendapat PAD, melainkan untuk pembinaan, penataan dan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Walikota menyampaikan capaian PAD Kota Mataram sebesar 83 persen atau sekitar Rp 50 miliar lebih dari Rp 60 miliar target PAD tahun 2011. Sisanya diharapkan dapat terpenuhi dalam dua bulan terakhir tahun ini.

(Rilis Pemkot Mataram : Nir)

Bagikan :