MATARAMnews  (Jakarta) – Setelah menang gugatannya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat atas penggunaan frekuensi. Selasa (1/11/2011), keluarga Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut) yang diwakili Dendi Rukmana kembali melaporkan pihak MNC TV ke Polda Metro Jaya (PMJ) atas penggelapan aset dan pemalsuan surat. Di hari yang sama Kuasa Hukum MNC TV, Andif Simangunsong, juga mendatangi PMJ guna klarifikasi sekaligus mempertanayakan dasar laporan tersebut.

Dendi Rukmana datang ke PMJ guna melaporkan CEO MNC TV, Ari Tanoe karena diduga telah melakukan penggelapan aset dan pemalsuan surat. Hal ini, dipicu oleh adanya perubahan nama PT TPI Cipta ke MNC TV. Sebelum laporan ini dilakukan, pihak Mbak Tutut juga telah melakukan gugatan masalah frekuensi yang digunakan oleh MNC TV dan diminta untuk mencari frekuensi lain. Gugatan ini, dimenangkan oleh pihak Mbak Tutut. Namun, persoalan itu belum selesai karena pihak MNC TV masih melakukan banding. Menurut informasi Mbak Tutut memiliki saham di PT TPI Cipta sebanyak 25 persen. Sedangkan 75 persen dimiliki oleh Ari Tanoe yang juga CEO MNC TV.

Menurut Andif, kasus penggelapan aset dan pemalsuan surat yang dituduhkan tersebut, perlu dipertanyakan. Sebab, tidak ada yang digelapkan dan tidak ada pula surat yang dipalsukan. Ia mengambil contoh kejadian serupa, yaitu perubahan nama Lativi ke TV One atau TV 7 ke Trans 7. “Tidak ada masalahkan,” katanya sembari bertanya.

Ditambahkan Andif, nama PT TPI Cipta tetap, tidak ada perubahan, hanya saja nama siaran diudara saja yang dirubah menjadi MNC TV. “Masak pengelola melakukan penggelapan,” sebutnya sembari menegaskan bahwa kehadirannya ke PMJ itu untuk mengklarifiksai dan mempertanyakan dasar tuduhan penggelapan aset maupun pemalsuan surat itu.

(Laporan : Deo | Jakarta)