MATARAMnews (KLU) – Dalam sosialisasi yang dilakukan oleh Tim Pengkaji dibawah pimpinan Sabidin, Rektor Universitas 45 Mataram, yang berlangsung di aula Kantor Camat Kayangan, Rabu, (02/11/2011), pada prinsipnya setuju untuk dibangun Bandar Laut Kayangan dimasa mendatang.

{xtypo_info} FOTO : Tim Sosialisasi Bandar Kayangan {/xtypo_info}

Sosialisasi yang dihadiri seluruh pimpinan SKPD, Muspika, Kepala Desa, Sekdes, BPD, LPM, Kadus, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda se Kecamatan Kayangan ini adalah sebagai langkah awal untuk persiapan melakukan kajian dibangunnya Bandar Kayangan.

Menurut Ketua Tim Sosialisasi Bandar Laut Kayangan, Sabidin mengatakan bahwa sosialisasi ini sebenarnya adalah untuk menapak tilas hubungan internasional yang pernah ada di masa lalu. Itulah sebabnya KLU ini dipilih oleh Pusat sebagai lokasi pembangunan Bandar Laut Internasional.

Sabidin juga menyinggung bahwa ada beberapa daerah yang ditawarkan sebagai lokasi Bandar Laut Internasional dimaksud, diantaranya daerah Banten, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan KLU.

Tetapi pihak Jakarta (Pusat) menginginkan agar letak pembangunan Bandar Laut Internasional yang nantinya bernama Bandar Kayangan itu adalah berada di KLU.

Sebagai langkah awal yang dilakukan oleh Tim Penelitian dari Universitas 45 Mataram, sebelum melakukan sosialisasi tentang Bandar Kayangan ini, terlebih dahulu pihaknya melakukan pendekatan dengan beberapa tokoh agama, tokoh masyarakat dan beberapa tokoh adat di wilayah Kayangan, seperti, H.Israil Ismail DM.

Dari hasil dialog tersebut, menurut Sabidin, ada beberpa poin pesan tokoh adat di Kayangan kalau nantinya Bandar Kayangan itu jadi dibangun, diantaranya Pertama, mohon dipertahankan wilayah yang di kramatkan atau diadatkan, agar jangan disentuh, Kedua, diwilayah Kecamatan Kayangan ini banyak terdapat sumur pemandian yang di kramatkan, itu jangan disentuh, Ketiga, pemukiman masyarakat agar tidak di gusur, Keempat, masyarakat sekitar lokasi pembangunan Bandar, agar tanah mereka jangan dijual, dan Kelima, kalau Bandar Kayangan ini sudah menjadi nyata, agar masyarakat jangan jadi penonton di daerah sendiri.

“Tata letak dibangunnya Bandar ini nantinya belum ditentukan, ini baru tahap survey awal. Tapi yang jelas tata ruang dibangunnya Bandar Kayangan ini, batasnya yang paling barat adalah di Kayangan ini,” jelas Sabidin.

Luas areal yang dibutuhkan untuk Bandar Kayangan ini dibutuhkan tanah seluas 20.000 Ha. Mulai dari daerah Kayangan ini terus ke arah timur. “Di ruang Bupati KLU sudah ada maketnya tentang pembangunan dermaga pelabuhan Bandar Kayangan ini,” terang Sabidin meyakinkan peserta sosialisasi.

Sementara Camat Kayangan yang diwakili Sekcam R. Kertamono dalam pengantarnya menyatakan sangat setuju dengan rencana pembangunan Bandar Kayangan dimaksud. Sebab dengan adanya pembangunan dermaga besar ini, tidak menutup kemungkinan diperlukannya tenaga kerja yang banyak. Untuk itu dibutuhkan SDM yang maksimal untuk menghadapi itu semua.

“Silahkan persipakan diri sedini mungkin untuk menghadapi itu semua, terutama masalah SDM masyarakat Kayangan yang berhadapan langsung nantinya  dengan Bandar ini,” pesan Sekcam asal Bayan ini.

Anggota Tim pengkaji yang lain seperti Dr Jalaludin, yang juga Kepala Biro Sosial Kantor Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyatakan sangat setuju dibangunya Bandar Kayangan ini. Namun Dr Jalaludin, melihat dampak dibangunnya Bandar Kayangan ini natinya dari dua sisi, yaitu dari sisi ekonomi dan dari sisi Sosial.

Dari sisi ekonomi, masyarakat sangat di untugkan. Sebab dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat setempat. ”Yang penting masyarakat setempat jangan jadi penonton di daerah sendiri,” ingatnya.

Sedangkan dari sisi Sosial, Dr Jalaludin yang juga aktif sebagai Dosen di Universitas 45 Mataram ini mengatakan, itu semua kembalinya kepada manusia itu sendiri. Semua manusia pasti bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik.

Dari hasil sosialisasi mengenai Bandar Laut Kayangan ini, pada prinsipnya semua peserta yang hadir setuju untuk di bangun. Tetapi harus ada aturan yang jelas dengan membuat awik-awik yang diperkuat oleh Perda. ”Semoga Bandar Kayangan ini dimasa mendatang menjadi nyata,”harap Sahabudin Sekdes Sesait.

(Laporan : Eko | KLU)