Dikpora KSB dan PTNNT Bahas Persiapan Program Sukses UN 2012

MATARAMnews (KSB) – Dinas Pendidikan dan Olahraga (DIKPORA) Kabupaten Sumbawa Barat dan PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT)  bekerja sama dengan  Lembaga Pendidikan Progressio Surabaya membahas Persiapan Program Sukses Ujian Nasional (UN 2012) SMP/SMA Sederajat Se-Kabupaten Sumbawa Barat Tahun Pelajaran 2011/2012 di Benete, (3/10).  Ini merupakan salah satu Program Pengembangan Masyarakat PTNNT bidang pendidikan untuk membantu meningkatkan kelulusan Ujian Nasional pada tahun 2012 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Sumbawa Barat, Drs Nurdin, dalam sambutannya mengharapkan program ini bisa meningkatkan mutu pendidikan di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat.

”Atas nama pemerintah kami mengucapkan terima kasih kepada PTNNT karena  program serupa yang kita lakukan tahun lalu betul-betul tampak hasilnya. Tahun lalu kami hanya mendapatkan predikat lulus terbanyak tapi memiliki daya serap yang rendah di perguruan tinggi negeri.  Karena itu tahun ini kami tetap mengharapkan predikat kelulusan tertinggi dengan daya serap tinggi di perguruan tinggi negeri,” kata Drs. Nurdin.

Sementara itu Arif Perdanakusumah, Manajer Senior Hubungan Eksternal PTNNT, menyebutkan pendidikan merupakan ujung tombak dalam melakukan perubahan. ”Untuk itu PTNNT dan Dinas Pendidikan dan Olahraga terus bergandengan tangan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di KSB. Kami ingin kualitas pendidikan di KSB tidak hanya mampu bersaing di tingkat propinsi, tapi lebih jauh lagi mampu bersaing di tingkat nasional,“ katanya.

Ia menambahkan,  predikat lulus terbanyak yang diraih tahun 2011 menjadi motivasi untuk terus melakukan evaluasi demi perbaikan ke depan, baik dari sisi tenaga pengajar maupun kegiatan-kegiatan yang dapat menunjang perbaikan mutu pendidikan. Tahun 2011 tingkat kelulusan bergantung pada hasil try out yang digelar secara terpisah. Sedangkan pada program sukses UN 2012 ini akan dilakukan melalui Musyawarah Guru Mutu Pelajaran (MGMP) dan KS3 (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) untuk menghindari try out yang terpisah agar tidak tumpang tindih.

”Kami berharap program tahun ini dapat menghasilkan mentor-mentor atau fasilitator bimbingan belajar dari guru-guru setempat yang berprestasi, sehingga nantinya mereka bisa memberikan bimbingan belajar kepada guru-guru lain melalui wadah MGMP,” harap Arif Perdanakusumah.

(Laporan : MS | KSB)