Status Anak Tak Jelas, Wali Mahasiswa Datangi Pimpinan STIKES Yarsi

MATARAMnews (Mataram) – Orangtua wali mahasiswa Jurusan Kebidanan STIKES Yarsi datangi pimpinan STIKES Yarsi Mataram. Mereka menuntut tanggungjawaban pihak Rektorat, terkait dengan kejelasan status putra putri mereka yang telah menempuh pendidikan hingga empat tahun, namun hingga saat ini belum di wisuda.

{xtypo_info} FOTO : Pimpinan STIKES Yarsi Mataram, Ns.H.Badrun Nadianto S.Sos.MPd {/xtypo_info}

Kepada wartawan, Ridho Rasyid wali dari salah seorang mahasiswa asal Lombok Timur mengaku, pertemuaan ini sebenarnya bukan yang pertama kali, kedatangan kami kali ini meminta klarifikasi tentang kejelasan nasib dari anak-anak kami yang telah menempuh pendidikan jurusan kebidanan, karena hingga saat ini status mereka belum jelas.

Ridho menyatakan, proses pembelajaran dan sistem perkuliahan yang dijalankan oleh putrinya dinilai amburadul. Dari pihak Yarsi sendiri mengatakan memang telah berusaha meyelamatkan adik-adik, karena jurusan kebidanan di Yarsi belum terkreditasi. Agar para mahasiswa bisa segera menyelesaikan dengan proses yang terakreditasi, maka pihak Yarsi menempuh upaya dengan mencarikan salah satu perguruan tinggi jurusan kebidanan yang telah diakreditasi yakni STIKES Muhamadiah Gombong Kebumen Jawa Tengah. “Lambannya proses ini kemungkinan disebabkan karena koordinasi yang kurang dan berjalan cukup alot, akibatnya anak-anak yang jadi korban,” jalas Ridho.

Ditemui diruang kerjanya, Rabu (4/11/2011) kepada wartawan, pimpinan STIKES Yarsi Mataram, Ns.H.Badrun Nadianto S.Sos.MPd membenarkan, kehadiran orang tua dari para mahasiswa D-III Kebidanan untuk menuntut agar Ijazah putra putri mereka segera dikeluarkan berikut proses yang lain termasuk wisuda.

Namun menurut  H.Badrun selaku pimpinan, guna memenuhi tanggungjawab kami, dari yayasan akan memfasilitasi mereka, sebab mereka saat berstatus  sebagai mahasiswa STIKES Muhamadiyah Gombong Kebumen Jawa Tengah. Mereka pindah karena status kami disini masih belum terakreditasi.

Sekali lagi kami menegaskan, mereka telah pindah sejak enam bulan yang lalu, hanya karena mereka berasal dari sini dan sebagai bentuk tanggungjawab, pihak YARSI membantu menyelesikan segala sesuatu yang terkait dengan kebutuhan mereka.

Tambahnya, jumlah mereka sebanyak 32 orang termasuk angkatan pertama dari. Dari lima angkatan yang saat ini berjalan, untuk angkatan pertama ini terkait status jurusan Kebidanan yang saat ini masih belum mendapat akreditas, kami tidak mau mengambil langkah spekulasi sehingga berdampak akan merugikan mereka dalam hal status pendidikan dalam pemahaman Pemerintah kabupaten/kota yang berbeda dalam menerima lulusan dari status yang belum terakreditasi, karena sertifikat akreditas diberlakukan sebagai persyaratan untuk masuk CPNS.

Selain itu, guna memenuhi segala tuntutan yang diajukan oleh para orang tua yang menginginkan status anaknya segera dapat terselesaikan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak Gombong. Direktur STIKES Muhamadiah Gombong berjanji sebelum tanggal 12 Desember akan datang untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi sekarang.

(Laporan : Ach.S | Mataram)

Bagikan :