Aksi Tolak Dibukanya Pertambangan di Lambu Kembali Disuarakan Mahasiswa

MATARAMnews (Mataram) – Puluhan mahasiswa tolak rencana akan dibukanya lokasi pertambangan di Kecamatan Lambu Kabupaten Bima. Aksi penolakan yang sudah berulang kali dilakukan mahasiswa, kali ini mahasiswa yang tergabung dalam Kerukunan Mahasiswa Lambu (KAMIL) Bima Mataram mendatangi kantor DPRD NTB, Selasa (8/11/2011).

{xtypo_info} FOTO : Demo mahasiswa yang tergabung dalam Kerukunan Mahasiswa Lambu (KAMIL) Bima Mataram didepan kantor DPRD Provinsi NTB {/xtypo_info}

Aksi mahasiswa yang dikoordinir Nasrullah ini menuntut agar segera dicabut ijin pembukaan tambang di wilayah Kecamatan Lambu Kabupaten Bima. Mereka menilai bahwa pertambangan banyak dampak negatifnya,lingkungan akan menjadi rusak. “Masyarakat Lumbu khususnya tidak butuh pertambangan, “kata Nasrullah dalam orasinya dengan suara lantang.

Ia menganggap keberadaan pertambangan di Lambu khususnya, disamping masyarakat tidak menginginkannya, juga karena masyarakat selama ini bergerak dibidang pertanian dan peternakan.

Dalam tuntutannya, penolakan adanya pertambangan adalah harga mati dan ia juga meminta agar ijin yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Bima segera dicabut. Dalam aksi itu mahasiswa membawa spanduk dan pamplet bertuliskan “tolak tambang harga mati, hentikan pertambangan di Lambu”.

Sebelum tiba di kantor wakil rakyat, para mahasiswa ini melakukan long mach dari perempatan lapangan Atletik dan sempat menggelar orasi di perempatan Bank Indonesia (BI) Mataram. Di kantor wakil rakyat mahasiswa sempat ditemui oleh anggota DPRD NTB, itupun setelah para mahasiswa mendesak agar ada yang menemui mereka.

Dihadapan mahasiswa, Wakil Ketua DPRD NTB, HL M. Syamsir, berbicara masalah tambang semua pihak harus hati-hati karena selain dapat menguntungkan tapi juga dapat menyengsarakan. Serta apa yang disampaikan atau yang menjadi tuntutan para mahasiswa ini akan ditindaklanjuti dengan meneruskan kepada pihak yang berkepentingan. “Ini akan saya teruskan pada komisi III, “katanya dihadapan masa aksi. Pada kesempatan itu, pernyataan sikap mahasiswa juga ditandatangani oleh Wakil Ketua DPRD NTB.

(Laporan : Joko | Mataram)