MATARAMnews (Mataram) – Banyaknya program selama ini yang telah digelontorkan Pemerintah Provinsi NTB, namun masih belum berjalan dengan maksimal, karena pemerintah masih kurang melakukan koordinasi dan belum maksimal melakukan pengawasan sehingga kesannya dikerjakan setengah hati. Hal ini dikatakan tokoh penggagas calon independen dalam pemilihan kepala daerah, Lalu Ranggalawe SH, pada Sabtu (12/11/2011).

{xtypo_info} Foto : Lalu Ranggalawe SH {/xtypo_info}

Dijelaskan, akibat dari kurangnya koordinasi dan pengawasan yang dilakukan dengan instansi ataupun dengan Pemerintah Kabupaten/Kota menyebabkan beberapa program-program yang sudah dicanangkan tidak berjalan dengan sebagaimana mestinya. “Program-program tersebut tidak begitu dirasakan dampaknya oleh masyarakat,“ katanya.

Disebutkan juga bahwa pemerintah provinsi dinilai lemah dalam mengambil kebijakan, seperti kebijakan terkait dengan divestasi 7 persen saham PT NNT, termasuk kebijakan dalam pola anggaran APBD terutama dalam pembangunan  infrastruktur, misalnya pembangunan jalan Bay Pass menuju BIL yang belum terselesaikan. “Kita sayangkan belum terselesaikannya Bay Pass ini, karena terkendala  pembebasan lahan, akibat dari Pemkab Lobar dan Pemerintah Provinsi belum ada singkronisasi,” terang mahasiswa S3 Universitas Brawijaya ini.

Ia juga sesalkan soal belum beroperasinya pembangkit listrik Jeranjang, yang seharusnya  tanggal 2 oktober 2011 sudah diresmikan, namun hingga sekarang belum juga diresmikan. “Kenapa mundur ada apa ini?, namun itu semua karena pengawasan dan koordinasi pemimpin yang kurang,” ujar Ranggalawe.

(Laporan : Joko | Mataram)