MATARAMnews – Kota Mataram merupakan salah satu dari 10 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang memiliki enam jenis bencana dari 10 jenis bencana yang akrab di NTB. Enam jenis bencana tersebut adalah,  indeks rawan banjir, indeks rawan gempa bumi, indeks rawan gempa bumi dan tsunami, kebakaran permukiman, gelombang pantai dan abrasi serta indeks rawan konflik sosial. Hal itu dipaparkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Husnudin Ahsyid  dalam rapat koordinasi (Rakor) Penanggulangan Bencana di ruang kenari lingkup kantor Walikota Mataram, Senin (14/11/2011).

{xtypo_info} Foto : Ir. HL. Makmur Said MM {/xtypo_info}

Dihadapan Kepala BPBD Kota Mataram, Ir. HL. Makmur Said MM dan dihadiri semua kepala SKPD serta camat se Kota Mataram, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB memaparkan dari enam jenis bencana yang akrab di Kota Mataram, pihaknya akan melakukan gladi (simulasi besar) terhadap  indeks rawan gempa bumi dan tsunami di Kota Mataram. “Gladi lapangan akan dilakukan pada tanggal 12 Desember 2011, namun sebelumnya akan dilakukan gladi posko pada tanggal 24 November bulan ini,” jelasnya.

Menurutnya, gladi tersebut merupakan bentuk kontijensi atau upaya antisipasi dalam menghadapi bencana, sehingga gladi akan melibatkan banyak pihak. Dimana dalam sekenario yang dirancang, Kota Mataram akan mengalami gempa bumi dan tsunami  dengan kekuatan 7,9  skala rither (SR) kedalaman 7,1  meter yang berpusat di wilayah barat daya, menyebabkan sekitar 200 ribu korban dan 10 ribu meninggal dunia. Dalam gladi ini Walikota Mataram H. Ahyar Abduh akan bertindak langsung sebagai insiden komandan, sementara kantor walikota akan menjadi posko tanggap darurat. “Kami sudah membentuk panitia, serta menyiapkan 24 unit mobil ambulance dari semua rumah sakit, termasuk kantong mayat. Dengan demikian, kita dapat mengetahui fungsi petugas dan cara-cara evakuasi korban yang wajib menjadi prioritas dilindungi yakni orang tua, penyandang cacat, perempuan dan anak-anak,” terangnya.

Terkait dengan itu, pihaknya berharap agar Pemkot Mataram dapat mensukseskan kegiatan gladi ini, agar masyarakat Kota Mataram memiliki kewaspadaan serta kesiapan mental dalam menghadapi bencana. “Anggaran untuk gladi bencana gempa bumi dan tsunami ini sebesar Rp900 juta yang bersumber dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Sementara Kepala BPBD Kota Mataram, Ir. HL. Makmur Said sekaligus menjabat sebagai Sekda Kota Mataram menyambut baik rencana kegiatan tersebut. Oleh karena itu, Sekda berharap agar semua SKPD dapat mendukung pelaksanaan gladi tersebut. “Kendati gladi kita laksanakan sukses, namun kita tetap berdoa musibah itu tidak akan pernah terjadi,” ucapnya sambil tersenyum.

Usai pemaparan penaggulangan bencana, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB menyerahkan buku tentang tanggap bencana beserta rencana pelaksanaan gladi.

(Laporan : Nir/yudi foto humas pemkot mataram)