Pembentukan Lakpesdam Tandai Kebangkitan NU Lombok Utara

MATARAMnews (KLU) – Minggu 30 Oktober 2011 merupakan momentum berbahagia bagi warga Nahdlatul Ulama Lombok Utara, pasalnya pada hari itu, Lembaga Kajian Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) sebagai salah satu badan otonom NU resmi terbentuk. Pembentukan Badan Otonom (Banom) tersebut bertmpat di kediaman Ketua Dewan Syuriah PC NU Lombok Utara, Drs H Sayuti MS, Lekok, Desa Gondang, Kecamatan Gangga.

{xtypo_info} Foto : Pengurus Cabang NU LombokUtara {/xtypo_info}

Ketua Dewan Syuriah PC NU Lombok Utara, Drs H Sayuti MS, Sabtu pekan lalu (12/11/11), mengatakan NU merupakan organisasi keagamaan dengan basis terbesar di Indonesia termasuk di Dayan Gunung yang mencapai 55 persen dari keseluruhan jumlah penduduk kabupaten terbelia di Nusa Tenggara Barat tersebut. NU, kata Sayuti, telah memperingati HUT-nya yang ke 85, dimana momentum peringatan itu dipatok sebagai kebangkitan NU se Nusantara. Banyak sekali Banom yang dimiliki NU. Selain Lakpesdam Banom lain NU adalah Muslimat dan Fatayat, GP Ansor, Bansor, dan yang lainnya.

Dalam pandangan ketua Syuriah ini, NU telah banyak berperan mengawal program pengembangan umat, seperti menyebarkan da’i-da’i ke berbagai wilayah di tanah air guna memberi pencerahan pada umat Islam terutama umat yang berdomisili di wilayah-wilayah pinggiran atau pelosok pedesaan. Disamping aktif membantu pemerintah membangun masyarakat, bangsa dan negara. Luput dari gerakannya itu, Sayuti mengakui, meski NU memiliki basis terbesar di Lombok Utara yang mencapai prosentasi tertinggi dibanding Nahdlatul Wathan (45%) dan Muhammadiyah (5%), perkembangannya belum banyak kelihatan di tengah masyarakat, apalagi dampak positifnya masih jauh dari harapan warga NU maupun masyarakat luas di bumi Tioq Tata Tunaq.

Oleh karenanya, ia berharap setiap lembaga underbow NU yang terbentuk harus punya komitmen untuk melakukan gerakan-gerakan pemberdayaan serta menjalankan agenda-agenda kegiatan yang ditetapkan. Termasuk Lakpesdam dan Banom lainnya mesti berkomitmen kuat dalam menjalankan program ke NU an. Terlebih, badan yang memfokuskan kajiannya pada penggalian dan pengembangan potensi sumber daya manusia warga nahdiyin harus betul-betul menunjukkan integritas dan kemauan tinggi mencerahkan warga NU di pelosok bumi “Adi Mirah Paer Daya”.

Diakhir wejangannya, H Sayuti MS, berharap semua lembaga-lembaga yang berporos NU agar benar-benar bermitra dengan pemerintah guna mengawal dan membangun masyarakat, sebab program-program pemerintah mulai pusat hingga daerah terbuka untuk NU. “ Program pemerintah pusat itu sangat terbuka tergantung koordinasi kita dengan pemerintah pusat, apalagi NU telah melakukan kontrak kesepahaman dengan beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Maka mulai saat ini, struktur organisasi kita harus bergerak mulai dari pengurus level akar rumput hingga level PB (tingkat pusat), ” harapnya.

Rapat yang dimulai pukul 09.00 Wita itu memiliki dua agenda utama, pembentukan pengurus Lakpesdam dan membahas waktu pelantikan pengurus baru Muslimat dan Fatayat NU Dayan Gunung. Sekretaris Jenderal PC NU Lombok Utara, Ahmad Toha Fauzi, S.Pd, sebelum pemilihan pengurus dilangsungkan, mengatakan lembaga Lakpesdam merupakan lembaga yang cakupan kajiannya amat kompleks sehingga menuntut para pengurus terpilih memiliki wawasan ke depan yang komprehensif. Karenanya, ia berpesan kader-kader yang duduk di kepengurusan Lakpsdam harus orang-orang yang berwawasan luas dan keilmuan multi disipliner. Kriteria pengurus badan ini, menurut Toha, harus punya integritas baik, kepekaan cukup, intelektual mumpuni, etos kerja tinggi, dan komitmen kuat.

Mengakhiri pembicaraanya, Toha Fauzi, menyampaikan otokritik kepada forum bahwa NU kabupaten Lombok Utara baru bisa menjalankan konsep saja, tapi ranah implemetasi di tengah masyarakat belum berjalan sama sekali. Maka untuk itu, organisasi menjadi penting sebagai alat untuk memperjuangkan agenda-agenda yang ada sehingga kemanfaatan organisasi bisa dirasakan secara nyata oleh masyarakat luas. “ Dengan organisasi kehidupan kita akan berjalan dan tanpanya rasanya hidup ini tak berjalan (involutif), ” ingatnya.

Sementara itu, Ketua PC NU Lombok Utara, M. Sa’i, MH.I, mengungkapkan gambaran awal yang melandasi organisasi NU terbentuk lebih didasarkan pada fungsi dan tujuan manusia hidup di dunia. Menurutnya, setidaknya ada dua fungsi manusia dalam hidup. Pertama, fungsi fitrah (suci), bahwa manusia harus suci dalam arti bersama. Manusia diciptakan manusia dalam keadaan suci, namun itu tak berarti jika manusia menyucikan diri sendiri saja, tanpa berusaha untuk menyucikan orang lain. Atas dasar itulah NU bangkit sebagai penyuci umat (back clean).  Apalagi waktu telah terkontaminasi dengan tindakan tidak baik. “ Saya tak tahu apakah masyarakat sudah suci atau tidak, meskipun telah merayakan hari raya idul fitri, ” ungkapnya.

Fungsi kedua manusia di atas dunia ini, sambung Sa’i adalah fungsi individualis. Islam hadir ke tengah kehidupan manusia bukan menekan sikap individualis tapi menampung dan mengembangkan masyarakat. Terkait hal itu, NU Indonesia lahir untuk mengakomodir pelbagai aspirasi dan kepentingan umat, bukan sebaliknya. Saat ini, orang-orang melakukan sesuatu bukan berdasarkan pada falsafah keindonesiaan tapi untuk dirinya sendiri. “ Manusia diciptakan atas dasar kepentingan masing-masing dan dengan ketentuan masing-masing. Berkaitan dengan Aswaja, maka Aswaja Indonesia berbeda dengan Aswaja negara lain, ” terangnya.

Rapat yang diakhiri sekitar pukul 12.00 Wita itu berhasil membentuk pengurus Lakpesdam NU Lombok Utara dengan memberikan amanah kepada Suburudin (ketua), Sarjono (wakil ketua), dan Juanka Juliantop (sekretaris). Komposisi lengkap susunan pengurus perdana Lakpesdam NU KLU ditentukan kemudian dan diserahkan otorisasinya kepada pengurus terpilih.

(Laporan : Sarjono | KLU)

Bagikan :