Bupati Sukiman : Jangan Ada Kades Terjerat Kasus Dana Desa

Bupati Lotim, H.M. Sukiman Azmy, ketika memimpin Rapat Koordinasi Pembangunan (Rakorbang) di Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Senin (14/1/2019) kemarin.

MN, LOTIM — Dana desa yang bernilai milyaran rupiah rentan diselewengkan oknum kepala desa (kades), bila tidak berhati-hati mengelolanya. Menjadi perhatian serius Bupati Lombok Timur (Lotim), HM. Sukiman Azmy, meminta para kades agar dapat mengelola dana desa dengan baik.

”Jangan sampai ada kepala desa terjerat kasus hukum,” tegas Bupati Sukiman, ketika memimpin Rapat Koordinasi Pembangunan (Rakorbang) di Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Senin (14/1/2019) kemarin.

Pada kesempatan itu, Bupati juga meminta kepala desa lebih aktif mencari dana untuk pembangunan di wilayahnya, dan tidak hanya mengandalkan dana dari kabupaten saja.

Kaitannya dengan lima kecamatan ini sebagai wilayah terdampak gempa, Bupati meminta pula agar kepala desa berhati-hati terhadap masuknya aplikator pembangunan rumah tahan gempa (RTG). Seperti disampaikan sebelumnya, Bupati melihat aplikator sebagai salah satu kendala dalam penyelesaian. Karena itu Bupati meminta agar Kades berdiskusi terlebih dahulu dengan Pokmas, fasilitator, dan pihak terkait lainnya.

Masih kepada para kades, Bupati mengingatkan agar dapat bekerjasama dengan aparat desa termasuk Kades. Sebab fungsi aparat desa untuk membantu tugas kades. Ini tidak boleh dihambat oleh perbedaan pilihan atau pandangan politik. “jangan ada Kades yang mengusir Sekdes,tidak boleh bermain-main dengan aparatur sipil kecuali mengambat proses pembangunan di desa”tegasnya.

Sementara itu kepada Kecamatan diingatkan agar memanfaatkan aset daerah yang ada di kecamatan secara optimal, Jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak asing. Pemkab,ungkap Sukiman siap mempertahankan aset tersebut dengan cara hukum. Bupati juga meminta tiap kecamatan memanfaatkan lahan kosong yang tidak dioptimalkan untuk Ruang Terbuka Hijau. Kecamatan Pringgabaya ditunjuk sebagai kecamatan pertama dengan membuat taman.

Tahun 2019 ini pembangunan di Lombok Timur difokuskan di wilayah selatan. Kebijakan ini diambil karena melihat kondisi wilayah tersebut yang relatif membutuhkan sentuhan secepatnya. Bupati menyatakan tahun 2020 mendatang fokus akan bergeser ke wilayah utara.

Selain Kades dan Camat, Bupati juga mengingatkan kepala OPD agar mempercepat proses pembangunan seperti yang telah direncanakan. “Jangan ada yang terlambat,” Bupati memberikan tenggat Februari untuk dimulainya pengaspalan jalan sebagai salah satu infrastruktur yang dibangun.

Rakor ini diikuti seluruh Desa di lima kecamatan, yaitu Pringgabaya, Suela, Sambelia, Wanasaba, dan Sembalun. (stv.co/mn-03)

Bagikan :