Suplai Listrik PLTU Untuk Operasi Perdana BIL Tak Terwujud

MataramNews – Keinginan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB agar kebutuhan listrik di Bandara Internasional Lombok (BIL) saat beroperasi perdana dapat disuplai dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang unit III belum bisa diwujudkan. Pasalnya, PLTU Jeranjang yang berlokasi di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) itu diperkirakan akan rampung Desember 2011 mendatang.

Hal itu di ungkapkan Manager Unit Pelaksanaan Konstruksi Pembangkit dan Jaringan Nusa Tenggara II, M. Dahlan Djamaluddin, kepada sejumlah wartawan saat ditemui di ruang kantornya, Jumat (30/9/2011). Namun, kendati kebutuhan listrik di BIL, sudah dapat ditangani dari PLN Wilayah NTB, sehingga tidak ada masalah. Selain itu, sudah ada Genset yang harus ada di sebuah bandara untuk mengantisipasi pemadaman listrik.

{xtypo_info}FOTO: PLTU Jeranjang, Lombok Barat {xtypo_info}

 

Ia menjelaskan, pihaknya telah menyampaikan segala kendala dan masalah yang terjadi di PLTU Jeranjang kepada Gubernur NTB. Dalam kesempatan itu, Gubernur NTB dapat memaklumi dan meminta dapat melanjutkan pembangunan PLTU Jeranjang sesuai dengan tahapan, karena menyangkut nyawa manusia.

Diakuinya, kendala yang dialami saat ini, yakni keterlambatan material, seperti Generator Transforman yang diimport dari China melalui Surabaya. “Mesin yang sudah ada di Surabaya ini, merupakan mesin ke-3, karena pengiriman pertama dan kedua, mesinnya rusak di perjalanan. Pernah terbalik di packing dan lainnya,” ungkapnya.

Dia menambahkan, sedikitnya terdapat 8 tahapan yang harus dilalui agar PLTU Jeranjang berkapasitas 1 X 25 MW itu dapat beroperasi. Kedelapan tahapan itu, yakni Cooling Water (Pendinginan), Curring (Memanaskan) batu tanah api, Steam Low dan Singkronisasi.

Saat ini, status PLTU Jeranjang ada pada tahap singkronisasi dan akan dilanjutkan pada tahapan berikutnya, seperti Loading Test, Realibity Run, Performan Test dan Comertion Operation Deep (LOD). Artinya, ada 4 tahapan lagi yang harus dilakukan pada PLTU Jeranjang dengan perkiraan waktu selama 3 bulan untuk dapat resmi beroperasi. “Melihat kondisi ini operasi PLTU Jeranjang belum bias diresmikan,” tandasnya.

(Laporan: Iman | Mataram)