AIPKI: Mencetak Dokter Berkualitas dan Profesional

MataramNews – Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI), dr. Ratna Sitompul, meminta agar 73 Dekan Fakultas Kedokteran di seluruh Indonesia dapat memiliki satu tujuan, yakni mencetak tenaga dokter yang berkualitas dan profesional. Untuk itu, dihadapan tamu yang hadir pada acara opening ceremonial dan ramah tamah peserta Muktamar AIPKI VI dengan Gubernur NTB beserta jajarannya, di Hotel Santosa Senggigi Lombok Barat (Lobar), Kamis (29/9/2011) malam kemarin.

Ia mengingatkan dalam mengelola institusi hendaknya dapat menerapkan sistem yang telah disepakati pada AIPKI. Selain kinerja Institusi Fakultas Kedokteran harus terus ditingkatkan. Salah satu caranya, yakni saling berbagi informasi dan pengalaman antara fakultas satu dengan fakultas lainnya.

{xtypo_info}FOTO: Ketua AIPKI, dr. Ratna Sitompul, dua dari kiri dan pengurus AIPKI,pada Muktamar AIPKI VI{/xtypo_info}

 

Ia menjelaskan, fakultas kedokteran yang dinilai telah berkinerja baik hendaknya dapat berbagi ilmu dengan fakultas kedokteran yang baru terbentuk atau berkinerja buruk. “Adanya saling berbagai ilmu dalam mengelola institusi antar fakultas, diharapkan akan dapat mewujudkan calon-calon dokter handal. Jelas hal itu untuk mensejahterakan masyarakat,” paparnya.

Sementara itu, Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi, MA, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Moch. Ismail mengatakan, pertemuan AIPKI akan dapat menambah wawasan secara komprehensif mengenai konsep academic leaderships pada pendidikan tinggi. Lainnya, menghasilkan kerangka nasional atribut dan karakter, mekanisme kaderisasi untuk pembentukan Future Academic Leaderships in Medicine.

Terlebih, akan digelar juga pra-muktamar the second Malaysia-Indonesia-Brunei (MIB) Dean’s Forum. Moment itu diharapkan dapat dimanfaatkan secara baik. “Setelah acara, kami harap para peserta dapat jalan-jalan ke obyek-obyek wisata NTB. NTB telah menjadi salah satu tujuan destinasi wisata nasional dan internasional,” pesanya.

Sebelumnya, Ketua I AIPKI, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, MSc, PhD, mengatakan, AIPKI berperan dalam menentukan mutu dan kualitas pendidikan di Fakultas Kedokteran se-indonesia untuk mencetak tenaga dokter yang professional. Setiap tahun, 73 fakultas kedokteran di Indonesia telah mencetak sekitar 5 ribu orang dokter. Namun, jumlah tersebut masih belum memenuhi tenaga dokter yang dibutuhkan di Indonesia .

“Jumlah ideal dokter akan sangat tergantung dari tingkat kesehatan yang ingin dicapai. Jika dibandingkan dengan Malaysia, 1 orang dokter melayani 1.200 orang, tapi di Indonesia 1 orang dokter melayani 3.500 orang,” terangnya.

(Laporan: Iman | Mataram)