Jalan Mageling – Kebaloan Rusak Parah, Warga Ancam Akan Tanam Pohon Pisang

KLU, MataramNews – Lengkap sudah penderitaan bagi sebagian warga Desa Senaru Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Disamping  ruas jalan yang menghubungkan beberapa dusun rusak parah karena belum diaspal, juga sebagian warga belum menikmati aliran listrik. Belum lagi perosalan air bersih yang belum merata dinikmati masyarakat.

Padahal setiap  kesempatan para pejabat KLU, selalu mengumandangkan beberapa program unggulan yaitu pembangunan infrastruktur jalan, listrik dan air bersih. Sebut saja mislnya jalan antar Dusun Mageling ke Dusun Pawang Karya Desa Senaru, yang setiap kali pertemuan dengan pemerintah selaludiusulkan oleh warga.

“Kami setiap kali ada kesempatan pertemuan dengan pemerintah selalu mengusulkan perbaikan jalan sepanjang lima kilometer ini untuk diaspal, namun yang kami peroleh hanya janji dan janji, tapi kenyataannya  hingga saat ini  belum ada tanda-tanda dari instansi terkait untuk melakukan perbaikan atau pengasapalan jalan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat”, keluh Kepala Dusun Kebaloan, Ratmenah ketika ditemui MataramNew 30/11.

Pantauan MataramNes di lapangan menunjukkan, bahwa jalan yang menghubungkan antar Dusun Mageling, Oma segoar, Telaga Lenggundi, Sembulan Batu, Kebaloan Bawah dan Atas, Bon Gontor  serta dusun Pawang Karya Desa Senaru, kondisinya cukup memprihatinkan. Karena selain berlubang, juga licin ketika hujan turun atau berdebu ketika musim panas, yang bila pengendara sepeda motor tidak exstra hati-hati dapat mengakibatkan kecelakaan.

Dusun-dusun tersebut merupakan pusat pertanian dan perkebunan Desa Senaru dengan hasil komoditi unggulan berupa mente, pisang, padi, kelapa dan beberapa komoditi lainnya. Semua hasil komoditi itu bila dijual ke pasar, bukan mendapat untung tapi malah rugi karena tingginya biaya transfortasi yang harus ditanggung petani. “Kalau hasil pertanian dan perkebunan dibawa ke pasar, tentu yang didapatkan bukan untung, tapi rugi, karena untuk biaya naik ojek tanpa barang menuju ke pasar terdekat yaitu di Desa Karang Bajo, warga harus menyiapkan Rp. 30.000, untuk pulang-pergi,  padahal jaraknya hanya 6 km”, kata Ratmenah.

Ratmenah, mengaku tak habis pikir, mengapa ruas jalan Mageling ke Pawang Karya belum mendapat perhatian dari pemerintah, sementara jalan di desa lainnya sudah diaspal. “Sebagai orang awam, dalam hal ini sangat membutuhkan perhatian pemerintah, baik pusat, provinsi maupun kabupaten, untuk melakukan pemerataan pembangunan terutama perbaikan infrastruktur jalan, listrik dan air”, harapnya.

Akibat jalan  rusak, sangat berdampak terhadap prekonomian, pendidikan dan kesehatan masyarakat. Sebab bila ada masyarakat yang sakit di beberapa dusun tersebut tentu akan terlambat mendapat penanganan dari petugas kesehatan, karena akses jalannya yang kurang mendukung, lebih-lebih jarak antar Puskesmas Bayan dengan dusun yang ada di desa Senaru  lumayan jauh, dan membutuhkan biaya transfortasi yang cukup tinggi. “Kalau ada masyarakat sakit, kita tidak serta merta membawanya ke Puskemas, karena terlebih dahulu keluarga harus mencari biaya transfortasi”, ungkap puluhan warga setempat.

Sementara Kepala Desa Senaru, R. Akria Buana, ketika dikonfirmasi terkait persoalan infrstruktur jalan mengaku sudah tertuang dalam Rencana pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM-Des). Karenanya  pada tahun 2012 mendatang diminta agar apa yang dikeluhkan warganya mendapat respon dari  pemerintah daerah KLU. “Jalan ini merupakan jalan utama yang menghubungkan tiga desa yaitu Senaru, Anyar dan desa Sukadana yang perlu mendapat respon, baik dari Dinas PU maupun instansi terkait untuk melakukan pengaspalan”, kata R. Akria Buana.

Dikatakan, pemerintah desa sudah beberapa kali mengusulkan pengaspalan jalan yang sangat dibutuhkan warganya, namun hingga saat ini belum mendapat perhatian dari pemerintah, sehingga usulan dicoba melalui RPJM-Des. Selain itu pihaknya juga akan berusrat ke Bupati dan SKPD terkait di KLU, agar pada tahun 2012 jalan dari Mageling yang menghubungan tiga desa itu dapat diaspal. “Kalau sampai tahun 2012 belum ada respon, warga Senaru  akan menanam pohon pisang di jalan tersebut, karena itu jauh lebih berhasil daripada keberadaan jalan yang rusak dan tidak bisa dilalui kendaraan”, tegas Kades Senaru.

Kades Senaru berharap, agar pemerintah segera merespon keluhan warganya, terutama masalah pengaspalan jalan, karena jalan ini merupakan jalan alternatif yang menghubungkan beberapa desa yang ada di Kecamatan Bayan. “Saya yakin bila jalan ini sudah diaspal akan mampu meningkatkan perekonomian mayarakat yang akan berdampak pada pengurangan angka kemiskinan di KLU, lebih-lebih hasil unggulannya cukup banyak, seperti mente, mangga, padi, jagung dan kapas”, katanya.

Khusus tanaman kapas, menurut Kades yang cukup energik ini, termasuk kapas yang terbaik kulaitasnya di provinsi Nusa tenggara Barat dan diakui secara internasional dari India. “Namun karena jalannya yang rusak, sehingga semua hasil komoditi ini harganya menurun. Dan sekali lagi saya minta kepada pemerintah, khususnya Bupati KLU dan instansi terkait untuk segera merespon keluhan ini”, pintanya.

Menyoroti persoalan kesehatan, menurut R. Akria Buana, dirinya bersama Dinas Kesehatan KLU sudah merencanakan akan membangun Pukesmas Model di Dusun Mageling Desa Senaru. “Kami sudah siapkan lokasi tempat pembangunan Puskesmas seluas 30 are dipingir jalan raya menuju obyek wisata Air Terjun.  Jadi pemerintah tinggal membangun saja”, ungkapnya.

Pembangunan Puskesmas ini semula ditawarkan ke Kades Karang Bajo, namun setelah dilakukan jajak pendapat, ternyata warga tidak setuju, karena akan menempati lapangan umum sepak bola, sehingga oleh Dikes KLU ditawarkan pembangunannya ke Kades Senaru. Dan tawaran tersebut langsung diterima dan menyiapkan lokasi seluas 35 are. “Pembangunan ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terutama yang tinggal di Desa Senaru, Karang Bajo, Bayan, Loloan dan Desa Sambik Elen. Lebih-lebih kedepannya ada wacana akan dilakukan pemekaran kecamatan Bayan menjadi dua kecematan, sehingga keberadaan Puskemas sangat dibutuhkan”, tambah Akria Buana.

Bagikan :