Gubernur Zul Harap Tidak Ada Lagi Konflik Sosial

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, hadiri penandatanganan kesepakatan damai antara warga Lingkungan Karang Genteng Mataram dengan warga Desa Bajur Lombok Barat, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Rabu (16/1/2019).
MN, MATARAM — Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah menghimbau seluruh masyarakat untuk dapat hidup rukun dan damai. Tidak mudah terpancing oleh hal-hal yang sepele yang merugikan semua. “Kita sepakat untuk membangun relasi yang baik. Semoga konflik di masa yang akan datang dapat kita minimalisir,” tegas Gubernur Zul, saat penandatanganan kesepakatan damai antara warga Lingkungan Karang Genteng Mataram dengan warga Desa Bajur Lombok Barat, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Rabu (16/1/2019). Gubernur Zul menjalaskan, saat ini sangat mudah bagi siapa saja untuk berselisih. Bahkan oleh hal-hal sepele sekalipun, seperti salah kirim SMS, yang menyebabkan satu kampung berselisih dengan kampung lain. Apalagi kata gubernur, di tahun politik ini, masyarakat harus mampu menahan diri untuk tidak menyebar ungkapan-ungkapan kebencian melalui media sosial. “Modal sosial harus kita pupuk. Yaitu, kita harus saling membantu. Namun, bagaimana bisa saling membantu kalau tidak saling memahami. Kita Tidak saling memahami kalau tidak saling mengenal,” ujar Gubernur Zul di hadapan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda dari Lingkungan Karang Genteng Kota Mataram dan warga Desa Bajur Kabupaten Lombok Barat. Baca juga: Karang Genteng dan Bajur Berdamai, Ini Kesepakatan Mereka Gubernur didampingi Waka Polda NTB dan Kejati, mengingatkan bahwa perselisihan dan pertengkaran tidak ada untungnya. Malah yang muncul adalah kerugian, tidak hanya bagi individu. Namun kerugian itu juga dialami oleh masyarakat luas. “Kalau kita ingin memajukan daerah kita, maka kita butuh investor. Investor tidak akan mau datang kalau di daerah itu selalu ada perselisihan,” ungkap Gubernur. Karena itu, Gubernur meminta masyarakat untuk sering melakukan perjumpaan yang dapat mengikis perselisihan di tengah masyarakat. Hadir juga mendatangani kesepakatan itu, Kapolres Lombok Barat, Kapolres Kota Mataram, tokoh agama dan tokoh pemuda. Kesepakatan itu diinisiasi oleh jajaran Bale Mediasi Provinsi NTB. –(hs-ntb/mn-07)
Bagikan :