BPBD NTB : Pemerintah Pusat Telah Mentransfer Rp3,5 Triliun Lebih

Kepala BPBD NTB, H. Muhammad Rum didampingi Plt. Karo Humas dan Protokol Setda NTB Najamudin, jumpa pers di Mataram, Rabu (16/1/2019).
MN, MATARAM — Komitmen Pemerintah Pusat untuk penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca terjadinya gempa bumi di wilayah NTB tidak perlu diragukan lagi. Pasalnya Pemerintah Pusat sendiri telah mentransfer dana sebesar Rp 3,5 triliun lebih untuk pembangunan hunian masyarakat terdmpak. Kepala BPBD NTB, H. Muhammad Rum mengatakan pemerintah telah mentransfer dana sebanyak Rp3,5 triliun lebih dan sudah diterima dan sebagian besar telah disalurkan kepada masyarakat. “Ada sekitar 72,2 persen dari masyarakat sudah menerimanya,” ucap H.M. Rum kepada sejumlah media di Mataram, Rabu (16/1/2019). Dana Rp 3,5 triliun lebih tersebut merupakan sebagian dari dana yang dialokasikan oleh pemerintah pusat untuk penanganan pasca gempa di NTB. “Rp 3,5 lebih itu sudah mencapai 50 persen dari total dana Rp 6 triliun,” ungkapnya didampingi Najamudin, Plt. Karo Humas dan Protokol Setda NTB. Dana yang ditransfer dari pemerintah pusat ke BPBD, ungkapnya, sebesar Rp 3,515 triliun lebih dan yang sudah ditransferkan ke masyarakat sebesar Rp 3,405 triliun lebih dan sisanya masih ada sekitar Rp 110,083 milyar yang belum di salurkan ke masyarakat. Diakui Kepala BPBD NTB, bahwa dalam penyaluran dana tersebut ada ditemukan kendala atau hambatan hingga menyebabkan tersendatnya sampai kemasyarakat. Ia mencontohkan untuk Kabupaten Sumbawa, dana transfer dari pusat sebesar Rp 181,340 miliar, kemudian yang sudah ditransfer ke masyarakat sebesar Rp 106 miliar lebih. Sedangkan sisanya sekitar Rp 75 miliar masih tersimpan. Belum tersalurnya dana tersebut karena adanya kesalahan data dan SK sehingga diperlukan verifikasi ulang. “Ada kesalahan data sehingga dilakukan verifikasi agar penerimaan bantuan tepat sasaran,” pungkasnya. Perlu diketahui bahwa berdasarkan data yang dihimpun dari BPBD NTB, jumlah rumah rusak setelah dilakukan verifikasi baik rusak berat, rusak sedang maupun rusak ringan yaitu sebanyak 216.519 rumah yang tersebar di lima kabupaten kota di pulau Lombok dan dua kabupaten di pulau Sumbawa. –(mn-07)
Bagikan :