H Helmy Faisal Zaini
- advertisement -

Sore hari pada Jumat 27 September 2013 kemarin, ketika mataramnews.com mengikuti aktivitas kunjungan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), H Helmy Faisal Zaini. Dalam suasana kunjungan yang bersahabat, sambil menikmati panorama alam pantai Mawun yang indah menggugah inspirasi sang Menteri dengan ungkapan “NTB ini sesungguhnya memiliki modal besar untuk maju”.

 

Pantai Mawun adalah salah satu obyek wisata pantai di daerah selatan Lombok Tengah (Loteng), yang terletak di desa Tumpak, kecamatan Pujut, Loteng. Obyek wisata pantai Mawun, disamping satu wilayah dengan pantai Kute juga memiliki potensi panorama alam yang tak kalah menarik dengan obyek wisata yang lain.

 

Dalam kunjungannya ke pantai Mawun, H Helmy Faisal Zaini didampingi rombongan berjalan tanpa alas kaki di pasir putih pantai Mawun. Sambil menikmati keindahan panorama pantai sesekali ia memotret keindahan pantai Mawun untuk diabadikannya.

 

Agenda kerja Kementrian PDT di pantai Mawun juga yaitu melaksanakan shoting video yang diperankan langsung oleh H Helmy Faishal Zaini serta dua orang bocah setempat. Sehingga kegiatan shoting video ini pun menjadi tontonan warga sekitar pantai Mawun.

 

Usai shoting video, H Helmy Faisal Zaini mengatakan beberapa penilaian, khususnya terhadap pantai Mawun. “Saya sudah berkunjung dan melihat secara langsung di beberapa pulau serta indikatornya, terutama di NTB ini, banyak potensi dan sumber daya alam yang harus dikelola dengan baik, sehingga akan mampu lebih maju dan bisa melampaui daerah lainnya”.

 

Menurut Dia, untuk daerah NTB Kementrian PDT mencatat 8 kabupaten yang masih termasuk daerah tertinggal. Untuk mengatasi itu, maka penting untuk membangun infrastruktur sebagai penujang. “Perhatian di bidang kesehatan, peningkatan derajat pendidikan dan sumber daya manusia serta daya beli masyarakat merupakan tolak ukur peningkatan IPM daerah”. Misalnya, bidang kesehatan biasanya diukur dari berapa jumlah angka kematian ibu dan bayi serta tingkat ibu melahirkan di suatu daerah. Selain itu, program-program untuk mengatasi daerah tertinggal juga dari Kementerian yang lain akan dilaksanakan untuk mengatasi masalah daerah tertinggal.

 

Dia menilai pantai Mawun saat ini telah memiliki infrastruktur yang cukup bagus, tinggal bagaimana mengajak para investor untuk mengembangkan. NTB baginya sangat memiliki modal yang besar untuk menjadi daerah yang maju, apalagi pemerintah daerah sudah memetakan daerah-daerah potensi yang dimiliki seperti daerah pengembangan sapi, jagung, rumput laut, daerah pariwisata dan yang lain.

 

“Setiap tahun NTB diberikan bantuan dari pusat”. Untuk menunjang pembangunan di daerah Menteri PDT mengajak para tokoh agama, adat, masyarakat, pemuda dan komponen yang lain untuk memberikan pemahaman, terutama untuk meningkatkan sumber daya manusia. “Peran dari tokoh agama, adat, masyarakat dan pemuda, sangat menunjang kemajuan daerah”.

 

Ingat Pertamakali ke Lombok

 

 

Dalam silaturrahminya bersama Banom NU (Fatayat, IPPNU, IPNU dan aktivis) di lesehan ujung landasan BIL Lombok Barat, sempat bercerita tentang masa lalunya saat menjadi aktivis sampai menjadi seorang Menteri PDT Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II saat ini.

 

Awalnya, Ia berangkat ke Jakarta dari daerah kelahirannya yaitu Cirebon, Jawa Barat, hanya membawa tas ransel yang isinya baju, celana, buku dan perlengakapan lain. Dengan modal niat dan keberanian ingin maju, saat di Jakarta pernah tinggal di kantor PB NU di Kramat Jati, dengan ketekunan sambil menuntut ilmu sekaligus menjadi aktivis. “Alhamdulillah kami bertiga dipercaya Almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) diberikan SK untuk melaksanakan Munas Alim Ulama NU di Ponpes Qamarul Huda, desa Bagu, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah pada tahun 1996 atau 17 tahun yang lalu, bahkan pada saat itu rambut saya masih gondrong, maklum sedang menjadi aktivis”.

 

Lanjutnya, selama Munas ia pernah menginap kurang lebih satu bulan di rumah warga desa Bagu untuk mempersiapkan pelaksnaan Munas tersebut. “Kami juga langsung menjadi santri TGH LM Turmudzi Badarudin. Atas keberkahan do’a para Alim Ulama ketika itu, saat ini saya dipercaya menjadi Menteri PDT oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di KIB jilid II.

 

Selain sebagai Menteri, saat ini H Helmy Faishal Zaini juga menjadi salah satu ketua di DPP PKB. Kini, ia menjadi calon legislatif (caleg) DPR RI dapil NTB dengan nomor urut 1, dari PKB pada pemilu legislatif 2014.


 

 

Profil

 

– Nama Lengkap : Helmy Faishal Zaini

 

– Alias : Helmy Faisal

 

– Agama : Islam

 

– Tempat Lahir : Cirebon, Jawa Barat

 

– Tanggal Lahir : Selasa, 1 Agustus 1972

 

– Zodiac : Leo

 

– Hobby : Fotografi

 

– Warga Negara : Indonesia

 

– Istri : Santi Anisa, S.Ked

 

– Sosial Media : http://helmyfaishal.com/

 

PENDIDIKAN

 

– SMA Sunan Gunung Jati Babakan

 

– Sarjana Teknik Universitas Darul Ulum, Jombang

 

– Magister Universitas Paramadina, Jakarta.

 

KARIR

 

– Anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (2004 – 2009)

 

– Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal dalam Kabinet Indonesia Bersatu II (2009 – 2014)

 

BIOGRAFI

 

Helmy Faisal Zaini adalah aktivis, penulis dan Menteri Percepatan Daerah Tertinggal (PDT). Sebelumnya ia menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada periode 2004-2009 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Helmy lahir di Cirebon, 1 Agustus 1972. Ia menghabiskan masa kecilnya di Babakan, Cirebon. Helmy mendapatkan gelar sarjana Teknik di Universitas Darul Ulum Jombang, kemudian melanjutkan pendidikannya dengan memperoleh gelar Magister di Universitas Paramadina, Jakarta. Sekarang, suami dari Santi Anisa, S.Ked ini tinggal di Jakarta.

 

Di usianya yang masih terbilang muda, Helmy boleh dikata sudah meraih segalanya. Dalam hal karir politik, Helmy kini menjadi salah satu tokoh kunci PKB. Sejak kepemimpinan PKB Muhaimin Iskandar mendelegitimasi kepengurusan kubu almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur), ia diangkat menjadi Wakil Sekjen. Saat Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II terbentuk pada tahun 2009, Helmy dipercaya menjadi Menteri PDT. Helmy adalah menteri termuda di pemerintahan SBY-Boediono. Sehari-hari, ia berkantor di Kementerian PDT, Jl Abdul Muis, Jakarta Pusat. Sebagai menteri, Helmy banyak berkunjung ke pelosok Indonesia.

 

Di tengah-tengah kesibukannya berkutat di dunia politik, Helmy selalu meluangkan waktu untuk menyalurkan hobinya yang sudah ia tekuni sejak masih duduk di bangku SMA, yakni fotografi. Ia banyak menghasilkan karya foto baik potrait maupun landscape yang bertemakan budaya dan sosial. Meskipun saat ini Helmy adalah bagian dari pemangku kebijakan, hobi fotografi masih belum bisa ia tinggalkan. Salah satu karya besar yang ia abadikan adalah My Homeland, sebuah buku fotografi yang merupakan cita-cita yang telah ia simpan teramat lama untuk berbagi cerita tentang Indonesia yang dipandang dari sudut keindahan, kemanusiaan dan terutama melihat yang selama ini tak terlihat.