lahan sawah
Lahan milik H. Sukiman yang menggunakan pupuk organik di wilayah Lingsar, Lobar
- advertisement -

 

LOBAR – Semangat petani untuk mendapatkan peningkatan hasil panen padi pada musim tanam akhir tahun ini, terus dilakukan dengan berupaya memberikan pupuk organik terhadap lahan tanaman padinya. Pasalnya, pupuk organik diyakini banyak petani bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi padi.

Seperti yang dikatakan salah satu ketua kelompok tani, H Sukiman di wilayah Lingsar, Lombok Barat (Lobar). Ia mengaku sejak menggunakan pupuk organik cair pada musim tanam sebelumnya, lahan seluas setengah hektar yang ditanami padi itu mampu meningkatkan hasil produksi yang cukup tinggi.
“Mulanya saya ragu menggunakan pupuk organik yang ditawarkan Pak Ahmat, tapi setelah diberikan penjelasan Pak Ahmat dan Pak Dito selaku PPL Pertanian, akhirnya saya mencoba produk pupuk organik itu”, terang H Sukiman.

Menurut Dia, penggunaan pupuk organik cair mampu merubah struktur tanah menjadi subur. “Sebelum menggunakan pupuk organik, jarang bahkan tidak ada kita lihat cacing tanah ataupun belut menghampiri lahan saya, tapi sekarang saya lihat dipematang maupun maupun ditengah sawah sudah mulai ada”, ungkapnya dan menyakini jika penggunaan pupuk tersebut bisa mempercepat pertumbuhan pada tanaman padi bahkan tanaman lainnya.

“Disamping mempercepat panen, hasil produksi juga meningkat signifikan”, katanya.

Sedangkan PPL Pertanian, Dito kepada mataramnews (29/11) kemarin mengamini yang dikatakan H Sukiman, bahwa pupuk organik tidak memiliki efek samping, bahkan ramah lingkungan, karena pupuk organik tidak mengandung bahan kimia. “Pupuk organik bisa merubah struktrur tanah menjadi subur, karena mengandung unsur N yang mengikat bakteri-bakteri perusak”, jelas Dito.

Dito menambahkan, semestinya para petani sudah harus beralih ke pupuk organik, tapi kadang-kadang petani takut untuk berubah. “Ada pepatah lama yang masih dipegang para petani khususnya di Lombok, kurang lebih artinya kalau tidak ada bukti nyata mereka tidak mau melakukan sesuatu”, terangnya.

Sehingga menurut Dito, sebagain besar petani di Lombok masih takut untuk memulai mencoba jika ada hal-hal baru, seperti halnya penggunaan pupuk organik tersebut. “Sebelum para petani menggunakan pupuk organik , saya telah memberikan penjelasan dan eksperimen kepada petani, alhamdulilah setelah mereka coba dan terbukti, para petani terutama binaan saya sudah bisa menikmati hasil lebih”, ungkapnya.

Kepada mataramnews.com, Dito juga berharap kepada para petani yang belum menggunakan pupuk organik, agar melihat bukti nyata keberhasilan menggunakan pupuk organik tersebut. “Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami melalui kontak ponsel 081238212125”, imbunya dan menegaskan akan memberikan pembinaan kepada petani yang ingin menggunakan pupuk organik tersebut.

 

lahan sawah
Lahan milik H. Sukiman yang menggunakan pupuk organik di wilayah Lingsar, Lobar

 

(asp)