Belum ada Tersangka Runtuhnya Jembatan Kukar, Mahasiswa Demo Mabes Polri

Jakarta, MataramNews – Terkait runtuhnya jembatan Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur, polisi belum tetapkan tersangka. Polisi baru memeriksa puluhan saksi. Belum ditetapkan tersangka atas insiden yang menelan puluhan korban jiwa ini mengundang reakasi mahasiswa yang tergabung dalam Komite Aksi Mahasiswa Pemuda untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad), Senin (5/12) berunjuk rasa di depan kantor Mabe PoIri.

Insiden naas yang menelan korban jiwa sekitar 22 orang ini terjadi Sabtu (3/12) lalu. Saat itu sedang ada pengerjaan perawatan jembatan. Disinyalir pemicu runtuhnya jembatan sepanjang 710 meter ini, dikarenakan salah satu tali pengikat atau penyangga jembatan itu dilepas. Dengan beban yang berat, akhirnya runtuh.

Namun, pihak kepolisian belum menetapkan siapa yang bertanggungjawab atau tersangka atas kasus tersebut. Polisi masih membantu evakuasi dan memanggil sekitar 35 saksi. Mereka terdiri dari korban, masyarakat yang menyaksikan kejadian itu, buruh yang mengerjakan proyek pengerjaan saat kejadian, termasuk karyawannya perusahaan yang membangun jembatan itu. Juga pihak lain yang dirasa memiliki informasi yang berkaitan dengan jembatan maupun runtuhnya jembatan naas itu.

Panjangnya proses penanganan yang dilakukan oleh pihak kepolisian dan belum terungkapnya siapa yang bertanggungjawab. Melahirkan reaksi dari Kamerad. Mereka mendatangi Mabes Polri guna menuntut berbagai hal, diantaranya yaitu meminta Mabes Polri segera memeriksa pejabat pemerintah Kabupaten Kukar, pihak PT Hutama Karya, dan PT Bukaka sekaligus menetapkan sebagai tersangka. Sebab, menurut mereka, PT Hutama Karya merupakan kontraktor yang membangun jembatan itu, sedangkan PT Bukaka adalah kontraktor yang ditunjuk Pemkab Kukar untuk perawatannya. “Ini jembatan baru 10 tahun dibangun,” kata Kordinator Kamerad, Haris Pratama.

Terkait hal itu, Kepala Divisi Humas, Irjen Saud Usman Nasution mengatakan, pihaknya memang belum menetapkan tersangka, namun telah meminta keterangan dari banyak saksi. Termasuk saksi ahli. “Belum ada tersangka, tapi sudah minta keterangan 35 orang saksi. Untuk lebih jelasnya kita menunggu saksi ahli,” terangnya.

Bagikan :