KLU – Kesederhanaan Kepala Desa Senaru Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, Isa Rahman tampak dalam kehidupannya sehari-hari. Kades yang dilantik pada 10 Desember 2012 oleh Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH ini dikenal oleh warganya sebaga sosok kades yang ramah dan santun kepada warganya. Hal ini ditunjukkan dengan rajinnyai turun ke rakyat yang dipimpinnya. Isa Rahman selalu meringankan langkahnya untuk mengunjungi warganya yang tersebar di 14 dusun yang ada di Desa Senaru.

Isa rahman yang lahir pada 31 Desember 1982 ini sadar, bahwa jabatan yang diembannya adalah amanah yang bukan saja dipertanggungjawabkan di dunia fana ini, namun lebih dari itu, yaitu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Ilahi kelak. “Jabatan adalah amanah yang dipikul dari rakyat, dan amanah itu harus dipertanggungjawabkan”, kata Isa Rahman ketika ditemui di ruang kerjanya 18/1/14.

Sebagai pemegang amanah, lanjut Isa Rahman harus menjalankan tugas dengan baik, dan siap 24 jam melayani masyarakat baik di kantor ataupun di luar jam kerja. Untuk menyerap aspirasi ditingkat masyarakat, kades yang pernah menjadi porter dan guide sebagai pengantar tamu yang mendaki ke danau Segara Anak dan Rinjani ini setiap saat turun ke masyarakatnya. Dan semua aspirasi itu dikumpulkan untuk dijadikan acuan dalam menyusun program pembangunan di desanya.

“Untuk menyerap aspirasi ditingkat bawah, tentu tidak cukup hanya menunggu dari belakang meja kantor saja, tapi perlu turun langsung ke tengah-tengah masyarakat. Dengan kita rajin turun tentu banyak hal yang dapat diperoleh, termasuk saran, masukan dan usulan yang dapat kita jadikan acuan untuk menyusun program pembangunan ditingkat desa”, jelas Kades yang pernah menjadi guru honorer di sebuah SD di desa Senaru ini.

Kehidupan sederhana yang dilakoni sejak kecil ini, membuat Isa Rahman dalam menjalankan roda pemerintahan  terus berkomitmen membangun desanya bersama masyarakat. Hal ini dapat dilihat dengan berbagai gerakan pembangunan yang dilakukan seperti membangun infrastruktur yang selama ini menjadi keluhan warga yang tinggal di dusun-dusun yang jauh dari pusat kota desa, seperti pembuatan jalan menggunakan papingblok sepenajang 250 meter di dusun Lokok Kelungkung, pembangunan jembatan penghubung dusun Tumpangsari ke Bon Gontong dan Melaka Sereak, pembangunan jembatan penghubung dusun Senaru ke dusun Montong Tanggak serta pembangunan infrastruktur lainnya.

Dalam bidang lingkungan,  Kades yang mengakhiri masa lajangnya pada tahun 2006 setelah mempersunting gadis pujaannya Ulva ini telah membentuk komunitas Pegiat Alam Duta Wana yang diketua Julian Aldina.  Kendati baru dibentuk, namun komunitas pegiat alam ini  telah melakukan berbagai kegiatan positif, seperti penanaman pohon beringin dibebera sumber mata air,  melakukan pendataan sumber mata air, memperbaiki perpipaan air bersih hingga mengumpulkan sampah-sampah yang berserakan di jalur dan lokasi wisata Air Terjun dan pendakian danau Segara Anak dan Rinjani hingga melakukan pengukuran debit air.

Pembentukan  komunitas Pegiat Alam Duta Wana ini, menurut Kades Senaru bertujuan untuk menjaga lingkungan  dan melakukan pendataan sumber mata air yang dimiliki Desa Senaru. Dari data sementara bahwa desa Senaru yang kaya akan wisata ala mini memiliki beberapa sumber mata air seperti Lokoq Prabu, Klesek, Lokoq Empok dan penumpasan Air Terjun.  Air tersebut selain dimamfaatkan untuk air bersih bagi warga, juga dimamfaatkan untuk air saluran irigasi sehingga perlu dipelihara dan dilindungi. “Yang tergabung dalam komunitas Pegiatan Alam Duta Wana ini sebanyak 15 orang dari pemuda desa Senaru dan 9 orang dari pemuda luar desa Senaru”, kata Isa Rahman.

Dalam bidang teknologi tepat guna, lanjut Isa Rahman, pihaknya terus mengembangkan kreatifitas generasi mudanya, seperti pemamfaatan limbah genteng tanah sebagai pengganti kramik, pembuatan biogas dari kotoran ternak hingga pengolahan air hujan menjadi air yang siap minum. “Hanya saja dalam mengembangkan teknologi tepat guna ini butuh bantuan dari pemerintah baik pusat ataupun pemerintah daerah”, harapnya.

Khsusus pemamfaatan limbah genteng tanah menjadi kramik lantai rumah perlu memiliki hak paten dari pemerintah. Karena ini merupakan temuan baru dari salah seorang desa Senaru yang kini sudah mulai dikembangkan di beberapa home stay yang ada di lokasi wisata Senaru. “Penemuan ini perlu memiliki hak paten dari pemerintah, karena hasilnya tidak kalah dengan kramik/traso buatan mesin. Sebab selain unik juga bernilai ekonomis. Dan bila menggunakan limbah genteng bekas dapat menurunkan biaya pembuatan lantai rumah hingga 50 persen dan warnanya pun cukup unik”, kata Kades Senaru.

Selain melakukan pembangunan infrastruktur jalan, pemeliharaan lingkungan, pengembangan teknologi tepat guna, Kades Senaru bersama warganya juga terus meningkatkan pelayanan kesehatan melalui pengobatan gratis kerjasama dengan berbagai pihak, meningkatkan IPM melalui lembaga pendidikan, serta pengembangan pariwisata. “Saya harap apa yang dilakukan oleh pemerintah desa Senaru bersama masyarakat ini mendapat dukungan dan support dari pemerintah. Karena kemajuan sebuah daerah kabupaten itu tergantung dari kemajuan desanya”, pungkasnya.

(Ari)

Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !