LOTENG – Hidup dalam kondisi tidak bisa duduk dan berdiri hanya bisa tidur, Habib seorang anak usia 4 tahun asal dusun Tapon, desa Bilebante, kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, setiap harinya harus digendong ibunya.

Menurut informasi, kondisi penyakit Habib anak dari pasangan Agus Jalaludin dan Zuriati ini, menderita penyakit radang otak ditandai dengan kondisi kejang-kejang yang dialaminya sejak lahir, sehingga kondisi Habib saat ini diduga juga menderita busung lapar, dan kondisi ini menambah deretan daftar anak penderita busung lapar di Lombok tengah.

Bidan Desa Bilebante, Nita AMd Keb, kepada media ini (29/1) mengaku saat ini kondisi Habib dalam masa rawat jalan dirumahnya. “Untuk suplai gizi tetap diberikan, bahkan masih mau makan”, katanya.

Dikatakan Bidan Nita juga, untuk perawatan Habib malah sudah sering dibawa ke RSUD Praya. Ia juga mengaku dari pihak polindes sendiri tetap melakukan kontrol terhadap kondisi Habib, bahkan orang tuanya sangat proaktif konsultasi. “Saat ini kondisi Habib hanya bisa tidur dan digendong orang tuanya, sedangkan untuk obat-obatan bahkan suplai gizi yang dibutuhkan tetap tersedia”, jelasnya.

Sementara Kades Bilebante, Ro’yatulliwauddin mengaku bahwa dari pihak desa sudah melihat secara langsung kondisi Habib dan meminta agar ditangani oleh pihak kesehatan. “Untuk biaya berobat kami dari pihak desa telah memberikannya, bahkan perkembangan kondisi Habib juga sering kami tanyakan kepada orang tuanya”, terang Kades.

“Yang jelas kami akan memberikan perhatian terutama bagi anak-anak yang ada di desa kami ini”, ungkapnya.

Sebagai bentuk perhatian pemerintah desa, Kades mencontohkan, bahwa beberapa waktu lalu pernah memberikan bantuan kepada anak yang putus sekolah karena tidak ada biaya. “Kami memberikan pemahaman kepada orang tuanya, ahirnya anak itu bisa sekolah lagi dan biayanya kami usahakan dari desa”, katanya.

“Kami utamakan apa yang menjadi kepentingan masyarakat, dan kami juga turun langsung melihat kondisi di masyarakat”, tegasnya.

(Azami)