Pringgarata Respon Pola Penyuluhan Terpadu

LOTENG – Sejumlah kelompok tani di kawasan Pringgarata, Lombok Tengah, merespon positif pola penyuluhan terpadu yang dikembangkan Micra Foundation dan mitranya, Sygenta dan ACS. Hal terpenting lagi, kenyataan ini dianggap dorongan spirit bagi kemajuan teknologi dan produktivitas pertanian mereka.

Pendekatan bisnis oleh salah satu distributor pestisida sekelas, Syngenta, misalnya. Selain efektif membantu menekan wabah blas melalui salah satu produk andalannya, pun menjadi mitra sharing bagi petani setempat. Terutama bagaimana memecahkan ragam permasalahan yang dihadapi petani.

Tidak banyak, agaknya, perusahaan serupa yang berfikir aspek di luar kepentingan bisnis. Namun demikian nyatanya.

“Komitmen perusahaan kami, berfikir seperti petani. Misalkan bentuk permasalahannya (yang dihadapi petani), lalu secara bersama-sama masuk ke dalamnya dan mencarikan solusinya, khususnya bidang budidayanya juga,” ujar Yasir, perwakilan Syngenta untuk wilayah Lombok, di Pringgarata, Lombok Tengah, kemarin (12/2/2014).

Salah satu pertimbangannya karena masih banyaknya petani yang belum maksimal di bidang budidaya. Karenanya, pihaknya akan mengupayakan menggandeng mitra lainnya demi mengatasi persoalan yang dihadapi para petani.

“Jika kami punya link dengan perusahaan lainnya, maka kami akan membantu melink-kannya,” imbuhnya.

Di sisi lain, menurut Yasir, keinginan pihaknya untuk mengubah pemahaman petani konvensional menjadi pebisnis. Karena sejauh ini petani terpaku pada biaya produksi yang dikeluarkan saja, tanpa mengukur seberapa besar investasi yang ditanam dengan hasil produksi yang bakal diperoleh.

(Arwan)