Landing Perdana Garuda Boing 737, BIL Resmi Beroperasi 1 Oktober

MataramNews – Bandara Internasional Lombok (BIL) yang berlokasi di Desa Tana Awu, Kabupaten Lombok Tengah resmi beroperasi 1 Oktober 2011 pukul 10.05 Wita kemarin. Pesawat Garuda No.432 Boieng 737 800 NG dengan penumpang 165 orang dari 180 seat berhasil mendarat (Landing) perdana dengan sukses dan lancar di bandara terluas ke dua di Indonesia itu setelah bandar udara Soekarno Hatta di Cengkareng.

Landing perdana tersebut disaksikan puluhan ribu pasang mata dari kalangan pejabat dan masyarakat umum pulau Lombok yang datang secara khusus ke BIL. Diantara, penumpang pesawat Garuda itu, yakni Gubernur NTB, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Anggota DPR RI, Ketua DPRD NTB, Muspida NTB, Pejabat Lingkup Pemprov NTB, Jasa Raharja, Wartawan, Tokoh Agama (Toga) dan Tokoh Masyarakat (Toma) Lombok Tengah.

{xtypo_info}FOTO: Bandara Internasional Lombok (BIL), resmi beroperasi 1 oktober 2011{/xtypo_info}

Landing perdana Gubernur NTB besarta rombongan dari Bandara Cengkareng (CGK) Jakarta menuju BIL (LOP) menandakan BIL telah resmi beroperasi. Sebab, setelah landing perdana, beberapa pesawat, seperti Merpati, Lion Air, Wings Air, Batavia Air dan lainnya melakukan landing dan penerbangan seperti biasa. Rombongan Gubernur NTB disambut beberapa pejabat, seperti Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Bupati Lombok Tengah (Loteng), GM Bandara Selaparang Mataram, anggota DPRD NTB, DPRD Loteng, KNPI, dan beberapa pejabat SKPD NTB serta Pemkab Loteng.

Ketua Forum Kerjasama Pondok Pesantren (FKPP) NTB, TGH. Safwan Hakim, bersama beberapa orang tuan guru melakukan sujut syukur dan berdo’a kepada Tuhan, setelah turun dari tangga pesawat. Kepada wartawan, Safwan, mengaku bersyukur atas landing perdana pesawat Garuda yang ditumpangi dengan sangat mulus. Demikian juga saat berada di atas pesawat, dirinya bersama penumpang lain, memiliki perasaan tentram. Terlebih, do’a yang dipimpin, TGH. Abul Fatah, asal Loteng, di atas pesawat menyentuh seluruh penumpang hingga ada yang meneteskan air mata. “Alhamdulillah BIL mulai beroperasi,” harunya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Lombpk Tengah yang juga merupakan mantan ketua PGRI NTB, H. Lalu Subki yang ikut dalam rombongan mengungkapkan rasa haru dan gembira atas telah beroperasinya BIL. Ia mengatakan BIL merupakan suatu rahmat dari Allah SWT, yang akan membawa manfaat yang besar bagi masyarakat NTB, sehingga harus dijaga dan dikelola dengan baik. Bimbingan dan penyuluhan harus terus dilakukan agar masyarakat NTB merasa BIL adalah asset milik bersama. Khusus masyarakat Loteng dan Lobar, harus menjadi garis terdepan dalam menjaga keamanan di BIL. “Kita sangat bergembira dengan telah beroperasinya BIL,”katanya.

Sementara itu, pantauan koran ini penjagaan BIL terlihat sangat ketat. Hanya penumpang dan para undangan yang memiliki kartu Pass Bandara yang diperkenankan masuk Terminal Penumpang BIL. Ribuan masyarakat yang sengaja datang menyaksikan landing perdana, tidak diperkenankan masuk Terminal, sehingga hanya bisa melihat-melihat dari luar. Di dalam Terminal Penumpang, beberapa counter masih kosong dan sebagian ada yang sudah terisi serta berbenah-benah. Beberapa petugas bandara terlihat mengarahkan setiap penumpang yang masuk Terminal ke tempat-tempat yang ingin dituju.

Pilot pesawat Garuda yang membawa rombongan Gubernur, Kapten. Setiabudi, saat turun dari pesawat langsung diserbu masyarakat untuk berfoto dan mengucapkan selamat. Beberapa media cetak dan elektronik pun mengabadikan moment bersejarah itu. Sementara di luar Terminal, terlihat masyarakat cukup antusias melihat dari luar. Mereka datang menggunakan angkutan, sepeda motor, bahkan jalan kaki. Pedagang bakulan, seperti kacang, balon dan lainnya juga terlihat bebas berjualan. Tampak juga aparat TNI AU, kepolisian dan sat pol PP berjaga-jaga di sekitar kawasan BIL.

 

Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi, MA, mengatakan keberadaan Bandara Internasional Lombok (BIL) akan menjadikan NTB sebagai gerbang Pariwisata Nasional terbaik di Indonesia. Keyakinan itu berdasar dari ditetapkannya NTB, sebagai salah satu daerah pengembangan ekonomi koridor V untuk gerbang pariwisata dan pangan nasional. Kehadiran BIL akan dapat mempercepat peningkatan perekonomian NTB.

 

Sebab, setelah BIL resmi beroperasi akan banyak investor yang secara otomatis akan datang untuk membangun infrastruktur usaha berkelas nasional dan internasional di sekitar kawasan BIL. Suksesnya landing perdana pesawat Garuda No. 432 Boieng 737 800 NG di BIL, menandakan BIL resmi beroperasi. Beroperasinya BIL merupakan bukti nyata bahwa rakyat NTB memiliki kemauan keras. “Betapa tidak, ikhtiar (usaha) keras dari pemerintah dan masyarakat NTB mewujudkan BIL sudah melalui proses panjang dan berliku. Dengan kerja keras itulah, BIL yang diidam-idamkan akhirnya dapat diwujudkan,”katanya, Sabtu (1/10).

Disamping itu, dengan beroperasinya BIL menjadi bukti di mata masyarakat nasional dan internasional, bahwa pemerintah dan masyarakat NTB dapat menyelesaikan masalah besar. Jika masalah besar bisa diselesaikan, maka masalah kecil pun akan dapat diselesaikan dengan kekompakan. Artinya, bila pemerintah dan masyarakat NTB berjuang keras, maka tidak ada yang mustahil dapat diwujudkan.

“BIL juga telah mematahkan opini yang menyatakan NTB tidak akan bisa maju. NTB akan maju dan bersaing dengan daerah lain di Indonesia,”tegasnya.

Dalam jumpa persnya itu, orang nomor satu di NTb itu menegaskan tidak ada masalah terkait keamanan BIL. Di mana, masyarakat Loteng akan menjadi penjaga-pejaga terbaik keamanan BIL. Tidak ada daerah satu pun di dunia ini yang aman dan bebas dari masalah. Tetapi, masalah keamanan itu dapat diselesaikan dengan baik. Sebagai gerbang pariwisata nasional, NTB akan banyak dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara.

Pasalnya, penerbangan ke BIL juga akan memberi kesan bagi wisatawan. Sebab, dari atas pesawat, penumpang bisa melihat obyek-obyek wisata NTB, seperti Gunung Rinjani dan sebagainya. Kesempatan melihat obyek wisata NTB di atas pesawat itu mungkin tidak bisa dilihat di Bandara Selaparang Mataram.

Sementara itu, sebelumnya Bupati Lombok Tengah (Loteng), Drs. H. L.Suhaili FT, mengatakan beroperasinya Bandara Internasional Lombok (BIL) akan menoreh sejarah di mata nasional dan internasional. Sejarah telah membuktikan, bagaimana proses perjuangan pemerintah dan masyarakat NTB dalam mewujudkan BIL. Di mana, BIL membutuhkan pengorbanan waktu, tenaga, pikiran dan nyawa selama berpuluh-puluh tahun lalu.

“Beroperasinya BIL merupakan wujud dari rasa syukur, komitment dan tanggungjawab pemerintah dan masyarakat NTB. Sebagai rasa tanggungjawab, maka BIL harus dapat dijaga, dikelola dan dimanfaatkan dengan baik,”katanya saat memberikan sambutan pada acara pengoperasian BIL, di Terminal Penumpang.

Ia mengucapkan masyarakat NTB, bahkan nenek moyang terdahulu sangat mengidam-idamkan adanya BIL. Sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat Loteng, terutama para tokoh agama (Toga) dan tokoh masyarakat (Toma) yang telah berjuang dalam menjaga keamanan, maka diberikan kesempatan untuk terbang dan Landing perdana pesawat di BIL. Pemerintah Loteng dan masyarakat setempat sudah berkomitmen untuk menjaga keamanan di kawasan BIL.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Herry Bakti, mengatakan beroperasinya BIL merupakan sebuah keberhasilan bagi pemerintah dan masyarakat NTB. Keberhasilan itu hendaknya dapat dicontoh daerah lain di Indonesia. Betapa tidak, belum ada sinergi yang luar biasa antara pemerintah dengan masyarakat di provinsi lain seperti yang terjadi di NTB.

Terlebih, Pemprov NTB tidak menggunakan APBN dalam mewujudkan BIL. Selain itu, terjadi sinergi yang baik antara Pemprov NTB dengan PT. Angkasa Pura (AP).

“Ini contoh yang bagus, sinergi pemerintah provinsi, daerah dan masyarakat. Dan saya harap, keamanan BIL harus tetap dijaga agar arus transportasi udara berjalan lancar dan berdampak baik bagi masyarakat di NTB,”tandasnya.

(Laporan: Iman | Lombok Tengah)