- advertisement -

MATARAM – Aliansi Mahasiswa Untuk Pembebasan (AMP) menuntut pendidikan gratis dari TK hingga Perguruan Tinggi. Tuntutan puluhan mahasiswa ini, disuarakan dengan menggelar aksi unjukrasa di kantor DPRD NTB, pada Rabu 14 Mei 2014.

“Bangun persatuan gerakan mahasiswa untuk menghancurkan kapitalisasi pendidikan, wujudkan pendidikan gratis dari TK sampai Perguruan Tinggi ilmiah demokratis dan bervisi kerakyatan”. Inilah yang diserukan oleh AMP melalui spanduk dan pamplet yang dibawa ketika aksi di kantor Dewan.

Puluhan aksi mahasiswa ini, sempat bersitegang dengan aparat keamanan ketika melakukan orasi bergantian sambil berusaha merangsak masuk ke gedung Dewan dengan mendobrak pintu gerbang, namun aparat keamanan yang berjaga tidak memberikan ijin karena sedang berlangsung rapat paripurna.

Selain itu, AMP juga meminta untuk dicabut Permendiknas No 55 tahun 2013 tentang uang kuliah tunggal UKT dan UUPT No 12 tahun 2012 tentang otonomi kampus, bahkan mereka juga meminta SK Rektor di setiap kampus tentang cuti paksa bagi mahasiswa yang telat bayar SPP. “Wujudkan demokratisasi kampus dan jaminan KB3 di dalam kampus, stop represif dalam dunia kampus”, teriak orator dalam aksinya.

Setelah berupaya untuk masuk ke kantor Dewan, akhirnya massa aksi di temui bagian Humas DPRD NTB, guna menjelaskan kepada massa aksi bahwa anggota Dewan tidak bisa menemui massa aksi karena sedang menggelar rapat paripurna.

[Imam]