MATARAM – Upaya pembinaan dalam pengembangan budidaya jagung bagi petani di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) pihak SYNGENTA gencar melakukan pelatihan dan pembinaan di tingkat petani.

Seperti kegiatan yang dilaksankan SYNGENTA bekerjasama dengan PISAgro dan MICRA, dengan menggelar pelatihan dan pengembangan budidaya jagung hibrida, pada Kamis 5 Juni 2014, di salah satu hotel di jalan pendidikan Mataram.

Kegiatan yang dihadiri Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan TPH Provinsi NTB, Husni Fahri, perwakilan PISAgro, Samsudin, dan perwakilan dari MICRA, Dean Novel, mendapat sambutan hangat puluhan peserta pelatihan dari masing-masing kelompok tani jagung se-NTB.

Kegiatan SYNGENTA dengan menggandeng PISAgro dan MICRA dalam memberikan pelatihan dan pembinaan petani jagung di NTB, diakui para peserta pelatihan cukup memberikan solusi untuk meningkatkan hasil produksi jagung bagi petani di NTB. Selain itu, keterlibatan PISAgro terutama MICRA dalam melakukan pembinaan swadaya kepada para petani sangat membantu, baik secara emosional bahkan serapan ilmu cara bertani yang baik dengan mengenal teknologi yang diberikan tim penyuluh swadaya dari PISAgro dan MICRA mampu membawa petani sukses menghasilkan produksi yang ditargetkan.

Sementara dalam sambutannya Kadis Pertanian dan TPH Provinsi NTB, Husni Fahri mengatakan, banyak faktor pengembangan budidaya jagung di NTB, namun beberapa daerah terutama yang ditangani pihak SYNGENTA seperti di daerah kabupaten Dompu dan Lombok Timur menunjukkan hasil yang luar biasa.

Dijelaskan Kadis, jagung yang merupakan salah satu komoditi unggulan daerah NTB yang mengalami peningkatan yang sangat fenomenal, maka pemerintah daerah sangat konsen dan sangat memperhatikan pengembangan jagung di NTB. “Hasil produksi jagung kita sampai sekarang sangat fenomenal”, ujarnya.

“Melihat potensi lahan jagung yang masih luas, kemudian produktifitas baik dari pemerintah daerah serta adanya kerjasama SYNGENTA dengan PISAgro dan MICRA melakukan pembinaan terhadap petani jagung, diharapkan mampu meningkatkan produktifitas jagung di NTB”.

[Gus]