Mahasiswa di NTB Tolak Kenaikan BBM dan MEA

MATARAM – Rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan dilakukan oleh pasangan presiden dan wakil presiden terpilih Jokowi-Jk mendatap penolakan dari kalangan mahasiswa seperti, Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Kota Mataram melakukan aksi dengan turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasinya, Senin (8/9/2014).

Mereka memilih untuk menyampaikan tuntutannya, menolak rencana kenaikan BBM dan menolak pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015  ke para wakil rakyat NTB yang ada di Udayana.

“Kita menolak MEA karena akan menghapus subsidi dan masyarakat akan susah mendapat subsidi”, kata M Furhanudin, koordinator aksi ketika menyampaikan orasinya.

Pencabutan subside BBM, menurut dia, merupakan salah satu skema dalam menghadapi pemberlakuan MEA pada 2015 mendatang. “Kami menolak keras kenaikan BBM, BBM belum naik tapi telah terjadi kelangkaan”, katanya dengan berapi-api.

Menanggapi tuntutan mahasiswa itu, wakil rakyat di Udayana (DPRD NTB, red) secara tegas mendukung apa yang menjadi tuntutan para mahasiswa dengan kata lain juga ikut menolak rencana kenaikan harga BBM.

Sebegaimana disampaikan oleh pimpinan sementara DPRD NTB, Hj Baiq Isvie didampingi TGH Mahali Fikri dan Koesdiono serta  Hj Wartiah mengatakan, bahwa kami di DPRD NTB mewakili yang lain menolak kenaikan harga BBM.

“Karena ini masalah nasional kita juga akan sampaikan aspirasi ini ke pusat, bilaperlu pemerintah memilih alternaif lainnya agar tidak menaikkan harga BBM”, katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh TGH Mahali Fikri, politisi dari partai Demokrat ini menyampaikan bahwa semangat yang disampaikan oleh adik-adik mahasiswa  merupakan juga semangat dari para anggota dewan.

Menurut dia, pada Sabtu, tepatnya satu minggu lalu sudah melakukan pertemuan di Jakarta menyampaikan agar pemerintah lebih-lebih pemerintah SBY dan pemerintah yang akan datang jangan sampai menaikkan BBM, kalau itu akan mengorbankan masyarakat.

“Kita akan mau mendukung kenaikan BBM jika ada solusi masyarakat  kecil  sejahterah”, terangnya.

[Joko]