Seluruh Staf Panwascam se Kota Mataram Dirumahkan

Pertemuan komisioner dan staf panwascam Ampenan di kantor Bawaslu Kota Mataram, Kamis (17/1/2018).

MN, MATARAM — Puluhan staf yang selama ini bertugas di panitia pengawasan kecamatan (panwascam) se Kota Mataram dirumahkan karena kontrak mereka sudah habis alias berakhir.

Sebanyak 42 orang staf panwascam habis masa kontraknya, sesuai dengan SK pengangkatan mereka hanya berlaku selama satu tahun saja yaitu pada 31 Desember 2018 kemarin.

Sebagaimana dijelaskan Koordinator Sekretaris Bawaslu Kota Mataram, Baiq Baktiyanti, bahwa dirumahkannya staf panwascam tersebut dilakukan juga karena adanya surat dari Bawaslu NTB terkait dengan evaluasi terhadap pegawai non PNS dilingkup Bawaslu kabupaten kota.

“Suratnya memang kami terimah 14 Januari ini dari Bawaslu NTB sebagai atasan kami yang ditanda tandatangani oleh Kepala Sekretariat,” ucapnya kepada komisioner dan staf Panwascam Ampenan saat dilakukan pertemuan di kantor Bawaslu Kota Mataram, Kamis (17/1/2018).

Menurutnya dalam instruksi tersebut dijelaskan juga bahwa pegawai Non PNS sekretariat Panwascam yang berakhir masa kontraknya 31 Desember 2018 agar direkrut ulang sesuai jumlah personil dalam DIPA Bawaslu NTB.

“Maka staff di sekretariat panwascam sementara waktu dirumahkan karena kontraknya sudah habis,” terangnya.

Kapan diadakan rekrutmen kembali, menurutnya, belum diketahui secara jelas karena Bawaslu Kota masih menunggu petunjuk dan pelaksanaan teknis dari Bawaslu NTB.

Karena itu sementara waktu dengan dirumahkannya staf tersebut maka telah diminta kepada sekretaris dan bendahara yang ada di setiap panwascam untuk membantu tugas para anggota.

Sementara itu terkait dengan aspirasi lainnya yang disampaikan oleh staf sekretariat panwascam yang diwakili ketua Pamwascam Ampenan, Mawardi Icin, terkait dengan seperti apa pembayaran gaji terhadap staf yang telah bekerja hingga lewat 15 hari tersebut dan berharap ada jalan keluarnya.

Terkait hal itu Baktiyanti dengan jelas menyampaikan bahwa semua aspirasi akan disampaikan langsung ke Sekretaris Bawaslu NTB.

Pada kesempatan tersebut juga Mawardi Icin yang telah bertahun tahun bergelut di bidang pengawasan juga sangat menyayangkan dengan dirumahkannya seluruh staf sekretariat, padahal seperti diketahui bahwa saat ini sedang sibuk-sibuknya kegiatan di masa tahapan kampanye pemilu 2019, maka dengan berkurangnya tenaga tersebut tidak menutup kemungkinan bisa mengurangi kinerja.

“Kenapa ndak ditinggalkan satu saja staf disekretariatan biar ada yang bantu kami ditengah padatnya kegiatan saat ini,” pungkasnya. –(mn-07)

Bagikan :